Aktris asal Kanada, Claire Brosseau, mengajukan permohonan resmi ke Pengadilan Tinggi Ontario untuk mendapatkan izin menjalani prosedur eutanasia atau suntik mati. Langkah hukum ini ditempuh Brosseau karena ia menderita gangguan mental berat yang dinilai tidak tertahankan meski kondisi fisiknya dinyatakan sehat.
Kisah aktris berusia 49 tahun yang pernah beradu akting dengan James Franco ini menarik perhatian publik setelah dilansir dari Wolipop. Keputusan Brosseau memicu perdebatan luas karena dirinya tidak mengidap penyakit fisik yang mematikan, melainkan berjuang melawan bipolar disorder dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).
Penderitaan psikis tersebut dilaporkan sangat menyiksa hingga membuatnya kesulitan untuk beraktivitas di luar rumah. Dalam pernyataannya di luar gedung pengadilan, Brosseau mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kondisi kehidupan yang ia jalani setiap hari.
"Ini tidak tertahankan. Setiap pagi saya bangun, saya tidak yakin bisa melewati hari itu," ujar Claire Brosseau.
Laporan dari New York Post menyebutkan bahwa kecenderungan untuk mengakhiri hidup sudah dirasakan Brosseau sejak masa kanak-kanak. Dalam sebuah surat terbuka yang dirilis pada tahun lalu, ia mengungkapkan rentetan upaya bunuh diri yang pernah dilakukannya di masa lalu.
Upaya tersebut mencakup tindakan melukai diri sendiri, overdosis obat-obatan, hingga sengaja mengonsumsi makanan yang memicu alergi parah. Kondisi ini tetap terjadi meskipun Brosseau mengaku memiliki lingkungan sosial yang mendukung, termasuk keluarga yang penuh kasih dan sahabat dekat.
Permohonan suntik mati ini memicu perbedaan pandangan di kalangan tim medis yang merawatnya. Salah satu psikiater menyatakan penolakan karena meyakini kondisi kesehatan mental Brosseau masih memiliki peluang untuk menunjukkan perbaikan di masa depan.
Pihak keluarga juga mengekspresikan kesedihan mendalam atas permohonan hukum tersebut. Ibu dari Claire Brosseau menyatakan dilema berat antara ketidaksiapan kehilangan sang putri dan rasa iba melihat penderitaan batin yang dialami anaknya setiap hari.