Clara Shinta Adukan Dugaan Video Call Asusila Suami ke Komnas Perempuan

Clara Shinta Adukan Dugaan Video Call Asusila Suami ke Komnas Perempuan

Selebgram Clara Shinta mendatangi kantor Komnas Perempuan di Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5/2026) untuk mengadukan dugaan keterlibatan suaminya, Alexander Assad, dalam video call asusila dengan wanita lain. Dilansir dari Detik Hot, langkah ini diambil setelah Clara sebelumnya sempat mendapatkan somasi dari pihak perempuan tersebut.

Clara Shinta menjelaskan bahwa pihak Komnas Perempuan telah menerima pengaduan tersebut dengan memberikan sudut pandang khusus sebagai sesama perempuan dalam melihat kasus ini. Ia merasa posisinya sebagai istri sah memiliki landasan hukum dan agama yang kuat untuk mendapatkan perlindungan.

"Kalau tadi respons dari pihak Komnas, namanya juga Komnas Perempuan ya, mereka itu mendengarkan bukan secara mata hukum, tapi lebih ke mata perempuan," kata Clara Shinta di Komnas Perempuan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Clara menegaskan bahwa meskipun setiap tindakan memiliki konsekuensi hukum, lembaga tersebut lebih menitikberatkan pada posisi dirinya sebagai korban. Ia merasa dirugikan secara personal dalam konflik rumah tangga yang kini melibatkan pihak ketiga tersebut.

"Jadi mereka paham kita hidup di negara hukum ini apa pun tindakan yang siapa pun perbuat itu pasti akan ada impact-nya. Betul, tapi mereka di sini nggak melihat itu, mereka lebih melihat ke apalagi terlebih lagi posisi saya ini istri sah, punya kekuatan hukum lagi di mata agama dan hukum," ungkap Clara Shinta.

Istri Alexander Assad ini mengaku mengalami kerugian materiil maupun moril yang berdampak pada keutuhan keluarganya. Terkait proses hukum lebih lanjut, Clara menyerahkan sepenuhnya strategi dan langkah teknis kepada tim pengacaranya.

"Itu menjadi nilai plus tambah lagi untuk mereka semakin pembelaan sama saja, tapi mereka akan lebih mengerti posisi saya ini, 'saya ini dirugikan' gitu. Saya dirugikan dan saya pun sejauh ini untuk langkah hukum nanti ke Mas Sunan sendiri," ujarnya.

Kuasa hukum Clara Shinta, Sunan Kalijaga, menyatakan bahwa agenda kedatangan mereka ke kawasan Menteng tersebut memang khusus untuk melakukan pengaduan resmi. Sunan menegaskan kliennya sedang menghadapi persoalan hukum yang serius terkait aktivitas sang suami.

"Ya, jadi hari ini, hari Senin tanggal 4 Mei 2026, kami selaku tim kuasa hukum mendampingi klien kami, Mbak Clara Shinta, untuk datang ke Komnas Perempuan. Agendanya adalah untuk membuat pengaduan. Pengaduan atas apa yang dialami oleh Mbak Clara dan apa juga yang terkait persoalan hukum," kata Sunan Kalijaga.

Tim hukum menilai Clara Shinta merupakan korban dalam pusaran video call sex atau VCS yang belakangan viral di media massa. Sunan menyebutkan bahwa bukti-bukti dugaan hubungan terlarang tersebut telah menjadi konsumsi publik melalui pemberitaan.

"Klien kami di sini mengadu karena dia merasa adalah seorang korban dari satu peristiwa adanya dugaan hubungan suaminya dengan wanita lain yang sedang melakukan aktivitas video call sex atau dikenal VCS yang kemarin sempat ramai di pemberitaan atau viral," lanjut Sunan Kalijaga.

Dampak dari peristiwa tersebut diklaim sangat luas, mulai dari terganggunya pekerjaan hingga psikologis anak-anak Clara Shinta. Sunan menambahkan bahwa kliennya bahkan sempat berpisah rumah dengan suaminya akibat kemunculan video tersebut.

"Namun demikian, apa yang dia alami sangat merugikan, artinya merugikan rumah tangganya juga, merugikan secara nama baiknya, merugikan pekerjaannya, yang di mana pada saat peristiwa itu sempat sama suami pisah ya. Sama suami sempat pisah, lalu juga nama baik dan anak-anaknya," pungkas Sunan Kalijaga.

Artikel terkait

Rekomendasi