Selebgram Clara Shinta mengungkapkan kondisi kesehatan mentalnya yang kini bergantung pada bantuan medis setelah mengalami keretakan rumah tangga dengan Muhammad Alexander Assad. Pengakuan tersebut disampaikan Clara saat mendatangi Kantor Komnas Perempuan di Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 4 Mei 2026.
Kondisi emosional Clara Shinta saat ini memerlukan pendampingan psikiater secara intensif guna menghadapi rentetan masalah hukum dan pribadi. Langkah medis ini diambil untuk memastikan dirinya tetap stabil selama menjalani proses perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
"Saya lagi dalam pengobatan rutin, sudah dua Minggu ini minum obat dari psikiater. Alhamdulillah, karena rutin minum obat, saya jadi kuat dan lebih tenang saat harus bicara di depan publik," kata Clara Shinta kepada awak media dilansir dari Suara.com.
Pengobatan rutin tersebut diakui Clara menjadi faktor utama yang membuatnya mampu bertahan menghadapi tekanan situasi saat ini. Ia merasa tidak akan sanggup melewati masa sulit tersebut tanpa adanya intervensi dari tenaga profesional kesehatan jiwa.
"Kalau tidak, mungkin saya tidak sanggup," sambung Clara Shinta.
Selain fokus pada pemulihan mental, Clara Shinta memutuskan untuk menghentikan seluruh akses komunikasi langsung dengan Muhammad Alexander Assad. Ketegangan antara keduanya membuat komunikasi pribadi dianggap tidak lagi kondusif.
"Sudah tidak serumah lagi. Kalau komunikasi masih melalui Pak Sunan (kuasa hukum). Biar lebih stabil sih. Soalnya kalau kita komunikasi langsung, takutnya malah jadi cekcok dan permasalahannya bakal muter-muter di situ terus, saling menyalahkan," ungkap Clara Shinta.
Keputusan pembatasan interaksi ini dilakukan untuk meminimalisir drama di tengah konflik yang dipicu dugaan perselingkuhan suami saat berada di Bangkok. Segala urusan mendesak kini sepenuhnya didelegasikan melalui tim hukum masing-masing pihak.
"Kalau untuk kontak atau teleponan 'Hai' atau 'Say Hello' itu sudah tidak ada. Kami serahkan semuanya ke kuasa hukum. Ini langkah terbaik untuk menjaga stabilitas emosi saya," tutup Clara Shinta.