Mantan Juara Stanley Cup Claude Lemieux Meninggal Dunia di Florida

Mantan Juara Stanley Cup Claude Lemieux Meninggal Dunia di Florida

Mantan bintang hoki es National Hockey League (NHL) dan juara empat kali Stanley Cup, Claude Lemieux, ditemukan meninggal dunia pada usia 60 tahun di toko furnitur keluarganya di Lake Park, Florida, Amerika Serikat, pada Kamis pagi, 28 Mei 2026.

Pihak berwenang dari Kantor Sheriff Palm Beach County merespons laporan dugaan bunuh diri pada pukul 03.00 subuh waktu setempat, di mana salah satu putra Lemieux menemukan jantannya di dalam gudang bagian belakang toko.

Asosiasi Alumni NHL mengonfirmasi kabar duka tersebut, sementara Kantor Pemeriksa Medis Palm Beach County membenarkan kematian Lemieux dengan mengutip undang-undang Florida yang mengecualikan kasus bunuh diri dari catatan publik.

Semasa kariernya, Lemieux bermain selama 21 musim di NHL dengan mencatatkan 1.215 pertandingan reguler bersama Montreal Canadiens, New Jersey Devils, Colorado Avalanche, Phoenix Coyotes, Dallas Stars, dan San Jose Sharks.

Komisioner NHL Gary Bettman menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian salah satu pemain paling tangguh dalam sejarah kompetisi hoki es tersebut.

"The National Hockey League mourns the passing of Claude Lemieux, a four-time Stanley Cup champion and one of the greatest big-game players in hockey history," ujar Gary Bettman, Komisioner NHL.

Lemieux memenangkan trofi Stanley Cup bersama tiga klub berbeda, yakni Montreal Canadiens pada 1986, New Jersey Devils pada 1995 dan 2000, serta Colorado Avalanche pada 1996.

Pemilik Montreal Canadiens, Geoff Molson, memberikan penghormatan terakhir kepada mantan pemainnya yang sempat hadir di Bell Centre sebagai pembawa obor pada Senin malam sebelum gim ketiga Final Wilayah Timur.

"Today is a dark day for the Canadiens family and the entire hockey community. I wish to express my most sincere and deepest condolences to Claude’s family and loved ones," kata Geoff Molson, Pemilik Canadiens.

Molson menambahkan bahwa Lemieux merupakan petarung sengit yang selalu mampu bangkit dalam momen-momen besar di lapangan.

"A fierce competitor who rose to the occasion in big moments, Claude was a relentless, courageous, and tenacious player who led the team to the highest honours. He embodied the very essence of being a Montreal Canadiens player. Today, we mourn the untimely passing of one of our champions," tutur Geoff Molson, Pemilik Canadiens.

Lemieux juga dikenal lewat rivalitas sengitnya di atas es, terutama setelah melakukan benturan keras dari belakang terhadap penyerang Detroit Red Wings, Kris Draper, pada gim keenam Final Wilayah Barat tahun 1996.

Insiden tersebut memicu perseteruan bertahun-tahun antara Colorado Avalanche dan Detroit Red Wings, termasuk perkelahian massal legendaris yang dikenal sebagai "Fight Night at the Joe" pada 26 Maret 1997.

Mengenang ketegangan masa lalu itu, Lemieux sempat menceritakan kepada The New York Times pada tahun 2000 mengenai ancaman yang diterimanya saat kembali ke Detroit.

"It was really bad," kata Claude Lemieux, Mantan Pemain NHL.

Lemieux mengungkapkan bahwa situasi saat itu sangat tidak terkendali hingga dirinya harus menggunakan nama samaran di hotel.

"We were getting faxes from Detroit threatening my life. I had to go in under a fake name. I had a security guy sleeping outside my room in the hotel, following me wherever I went. It got out of control. I wasn’t prepared for that game," ujar Claude Lemieux, Mantan Pemain NHL.

Mantan pemain Red Wings, Darren McCarty, yang melayangkan pukulan kepada Lemieux dalam perkelahian massal tersebut sebagai balasan atas cedera Draper, menyebut aksi itu sebagai bentuk pembelaan terhadap sahabatnya.

"The trajectory of the Red Wings organization changed that day," tutur Darren McCarty, Mantan Pemain Red Wings.

McCarty menegaskan bahwa momen tersebut sangat personal bagi dirinya yang juga menjadi pendamping pria di pernikahan Draper.

"That’s the ultimate sticking up for your teammate, your best friend. I was best man in (Draper’s) wedding. It was deeper. It was personal," ucap Darren McCarty, Mantan Pemain Red Wings.

Kemenangan malam itu mengubah mentalitas tim Red Wings hingga akhirnya mereka berhasil menjuarai Stanley Cup pada tahun tersebut.

Kris Draper sendiri menuliskan refleksinya dalam sebuah artikel di Players' Tribune pada tahun 2017 mengenai dampak besar dari perkelahian massal tersebut.

"The brawl was one thing," tulis Kris Draper, Mantan Pemain Red Wings.

Draper meyakini bahwa kemenangan di malam penuh emosi itu memberikan keyakinan penuh bagi timnya untuk menumbangkan Avalanche di babak playoff.

"But us winning that night changed everything. It gave us the belief that we could beat them in the playoffs. We knew we’d see them again in the Western Conference finals. We just knew," kata Kris Draper, Mantan Pemain Red Wings.

Kendati sempat menjadi rival di lapangan, mantan rekan setim Lemieux di New Jersey Devils, Brendan Shanahan, menyebut bahwa Lemieux memiliki sisi kepribadian yang sangat berbeda di luar arena es.

"For people that played with him, you definitely saw a different side to him when he wasn’t on the ice," ujar Brendan Shanahan, Mantan Pemain NHL.

Shanahan sangat mengapresiasi bagaimana Lemieux tetap menjalin hubungan pertemanan yang sangat baik dengan Darren McCarty setelah karier bermain mereka berakhir.

"Probably what I appreciate the most, and it doesn’t surprise me one bit, was that he was a really good friend to Darren McCarty when their careers were over and wanted to make sure that that relationship was a good one and a strong one. It’s weird to say my fondest memory is him befriending (an opponent) but it just says so much about Claude. Darren is famous in Detroit for that one play," kata Brendan Shanahan, Mantan Pemain NHL.

Setelah pensiun sepenuhnya sebagai pemain pada tahun 2009 bersama San Jose Sharks, Lemieux melanjutkan kariernya di dunia hoki dengan menjadi agen pemain profesional.

Melalui pengumuman resminya, Asosiasi Alumni NHL menyampaikan pesan dari pihak keluarga yang mengharapkan privasi di masa berkabung ini sebelum detail upacara pemakaman diumumkan.

"He was loved by his wife and four children, and on behalf of the Lemieux family, we kindly ask that everyone respect their privacy during this difficult time. Memorial service details to follow," tulis Asosiasi Alumni NHL.

Artikel terkait

Rekomendasi