Como 1907 berhasil mengamankan tiket lolos ke kompetisi kasta tertinggi Eropa, Liga Champions, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub. Keberhasilan ini dipastikan setelah tim berjuluk I Lariani tersebut menang telak dengan skor 4-1 atas tuan rumah Cremonese pada pekan terakhir Liga Italia Serie A 2025/2026 di Stadio Giovanni Zini.
Seperti dikutip dari Medcom, hasil pertandingan ini memastikan klub milik pengusaha Indonesia tersebut finis di zona empat besar klasemen akhir Serie A. Pesta pora Como 1907 semakin sempurna setelah rival terdekat mereka, AC Milan, tumbang di tangan Cagliari yang membuat perolehan poin Como tidak mungkin terkejar lagi karena keunggulan head-to-head.
Pesta kemenangan tim tamu dipastikan lewat dua gol Lucas Da Cunha serta sumbangan gol dari Jesus Rodriguez dan Anastasios Douvikas. Sebaliknya, kekalahan tragis ini membuat Cremonese yang diperkuat kiper keturunan Indonesia, Emil Audero, resmi terdegradasi ke Serie B musim depan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka karena sama-sama mengusung misi wajib menang. Como 1907 membuka ancaman lebih dulu lewat sundulan striker muda Assane Diao yang masih melenceng tipis dari gawang.
Gempuran bertubi-tubi tim tamu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-36. Berawal dari tusukan tajam Diao di sisi kiri, ia melepaskan umpan silang berbahaya ke area pertahanan lawan.
Kiper Cremonese, Emil Audero, sempat melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola. Sayangnya, sapuan bek Giuseppe Pezzella justru tidak sempurna dan bola liar langsung disambar oleh Jesus Rodriguez untuk membawa Como 1907 memimpin 1-0 hingga turun minum.
Douvikas Menambah Keunggulan dan Penalti Jamie Vardy
Memasuki babak kedua, Como 1907 sama sekali tidak mengendurkan intensitas serangan mereka. Baru enam menit paruh kedua berjalan, gawang Emil Audero kembali bergetar.
Melalui kerja sama apik, Jesus Rodriguez berganti peran menjadi pelayan dengan mengirimkan umpan silang ke tiang jauh. Anastasios Douvikas yang berdiri tanpa kawalan langsung melepaskan tap-in mudah untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Cremonese sempat membuka asa untuk bangkit pada menit ke-55 setelah akselerasi penyerang veteran Jamie Vardy dihentikan secara ilegal oleh Jacobo Ramon di kotak terlarang. Federico Bonazzoli yang maju sebagai eksekutor penalti sukses mengecoh kiper Como 1907 dan memperkecil kedudukan menjadi 2-1.
Drama VAR dan Kartu Merah Lumpuhkan Tuan Rumah
Harapan tuan rumah untuk selamat dari degradasi akhirnya benar-benar runtuh pada menit ke-70. Setelah meninjau monitor VAR, wasit menganugerahi kartu merah langsung kepada gelandang Cremonese, Alberto Grassi, sekaligus memberikan hadiah penalti untuk Como 1907.
Lucas Da Cunha yang maju sebagai algojo melepaskan tembakan dingin pada menit ke-74 yang gagal dibendung Emil Audero, sehingga skor berubah menjadi 3-1. Tujuh menit berselang, gelandang asal Prancis tersebut kembali menghadirkan mimpi buruk bagi Cremonese.
Memanfaatkan umpan manis dari lini tengah, Da Cunha melepaskan sepakan keras menyusur tanah ke tiang dekat yang mengunci kemenangan Como 1907 menjadi 4-1. Skuad asuhan Como bahkan nyaris mencetak gol kelima andai gol Sergi Roberto tidak dianulir VAR karena Alvaro Morata sudah berdiri dalam posisi offside.