Como 1907 Segel Tiket Liga Champions Usai Tekuk Cremonese

Como 1907 Segel Tiket Liga Champions Usai Tekuk Cremonese

Klub sepak bola Como 1907 berhasil mengamankan tiket kelolosan ke Liga Champions musim depan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub. Kepastian tersebut didapat setelah mereka memetik kemenangan telak 4-1 atas Cremonese pada pekan terakhir Serie A 2025/2026, seperti dilansir dari Detik Sport.

Keberhasilan skuad asuhan Cesc Fabregas tersebut semakin sempurna karena pada saat yang sama AC Milan gagal mempertahankan posisi mereka di peringkat empat besar klasemen. Pencapaian ini menjadi lompatan besar bagi Como yang baru bermain di Serie B pada dua tahun lalu.

Sebelum memastikan kelolosan, Fabregas mengaku telah memiliki keyakinan kuat bahwa timnya mampu menembus zona kompetisi tertinggi Eropa tersebut. Firasat itu sudah muncul di benaknya satu hari sebelum pertandingan krusial melawan Parma bergulir.

"Sepanjang hidup saya, bahkan ketika membuat pergantian pemain, saya selalu punya firasat terhadap sesuatu," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.

Ia menegaskan bahwa intuisi mengenai hasil akhir kompetisi selalu menemaninya menjelang laga-laga penentu. Langkah taktis dan keyakinan sang pelatih menjadi kunci utama di ruang ganti pemain.

"Saya punya firasat sehari sebelum melawan Parma bahwa dengan dua kemenangan, kami akan lolos ke Liga Champions," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.

Demi membakar semangat juang anak asuhnya, mantan gelandang Arsenal, Chelsea, dan Barcelona ini menggunakan metode unik. Fabregas memperlihatkan video motivasi tentang seorang pebalap sepeda yang mampu membalikkan keadaan dari posisi keenam hingga menjadi pemenang.

"Saya menunjukkan video seorang pebalap sepeda yang berada di posisi keenam, lalu dia terus mengayuh di sprint terakhir dan memenangkan balapan." kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.

Menurutnya, tayangan tersebut merefleksikan dengan tepat kerja keras serta perjalanan berliku yang dilalui pasukannya sepanjang musim ini. Como sempat dinilai kehilangan momentum akibat rentetan hasil kurang maksimal pada beberapa laga krusial sebelumnya.

"Kami mengalami beberapa kemunduran, dua kekalahan dan hasil imbang melawan Udinese, jadi kami tahu harus meraih rangkaian kemenangan. Tapi perasaannya selalu bahwa kami masih ada dalam persaingan," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.

Artikel terkait

Rekomendasi