Klub sepak bola Como 1907 berhasil mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions untuk pertama kali dalam sejarah modern klub setelah menumbangkan Cremonese dengan skor 4-1 pada laga pamungkas Serie A di Stadion Giovanni Zini, Senin (25/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan telak tim asuhan Cesc Fabregas tersebut sekaligus memastikan Cremonese tergradasi ke Serie B musim depan. Hasil positif ini membawa Como finis di peringkat keempat klasemen akhir Serie A dengan melompati AC Milan.
Keberhasilan Como tidak lepas dari kekalahan AC Milan yang takluk 1-2 dari Cagliari di kandang sendiri. Hasil pekan ke-38 ini membuat AC Milan serta Juventus harus puas bermain di Europa League, sementara Atalanta menuju Conference League, dan Como mendampingi Inter Milan, Napoli, serta Roma ke Liga Champions.
Como membuka keunggulan melalui gol Jesus Rodriguez pada menit ke-36 setelah bola tembakannya berbelok arah akibat mengenai lawan. Anastasios Douvikas kemudian menggandakan skor menjadi 0-2 pada menit ke-51 setelah memanfaatkan umpan dari Rodriguez.
Cremonese sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 melalui eksekusi penalti Federico Bonazzoli pada menit ke-55. Namun, Como menegaskan kemenangan lewat dua gol tambahan dari Lucas Da Cunha yang dicetak melalui titik putih pada menit ke-74 dan tendangan terbuka pada menit ke-81.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa atas pencapaian bersejarah anak asuhnya setelah pertandingan berakhir.
"Itu dilakukan dengan anak-anak: lima belas pemain yang paling banyak bermain hampir semuanya di bawah 23 tahun, dan itu tampak luar biasa bagi saya. Ini adalah mahakarya dari seluruh tim," kata Fabregas dikutip dari Tutto Mercato.
Para pemain dan staf pelatih Como langsung merayakan keberhasilan ini dengan menyanyikan lagu kebangsaan Liga Champions di ruang ganti dan ruang konferensi pers.
"Ini perasaan yang luar biasa, ini pencapaian yang sangat penting, kami semua bahagia. Kami tidak lagi berpikir besok pagi: 'Apakah kita benar-benar di Liga Champions? Dengan anak-anak ini,'" jelas Fabregas.
Fabregas juga menyoroti pentingnya cara timnya bermain dan memenangi pertandingan di tengah berbagai kritik yang sempat ia terima musim ini.
"Ini adalah kisah penting, untuk Como, untuk masyarakat. Bagi saya, sebagai pelatih dan pemimpin tim ini dan saya telah banyak dikritik karena ini—cara kita menang itu penting," kata Fabregas.
Mantan pemain timnas Spanyol tersebut menambahkan bahwa ia selalu meyakini kualitas skuad mudanya sejak awal kompetisi bergulir.
"Menang dan kalah adalah garis yang sangat tipis, tetapi memang verdad bahwa ketika Anda memiliki pemain terbaik di dunia, Anda selalu menjadi favorit, dan Como di awal musim," tambah Fabregas.
Skuad Como yang diperkuat gelandang Nico Paz melejit dalam dua musim terakhir setelah promosi ke Serie A pada musim 2024-2025.
"Tetapi merekalah yang pada akhirnya mewujudkan mimpi ini, merekalah yang mewujudkannya. Saya sangat senang untuk orang-orang ini." dari Como, karena mereka pantas mendapatkannya," tutur Fabregas.