Conor Gallagher Selamatkan Tottenham Hotspur dari Ancaman Degradasi

Conor Gallagher Selamatkan Tottenham Hotspur dari Ancaman Degradasi

Gelandang Conor Gallagher berhasil membawa Tottenham Hotspur bertahan di Liga Primer Inggris sekaligus lolos dari ancaman degradasi setelah memenangi laga terakhir melawan Everton dengan skor 1-0 pada Selasa, 26 Mei 2026.

Pemain tim nasional Inggris tersebut sukses bangkit dari tekanan mental serta keterpurukan performa pascapindah dari Atletico Madrid dengan nilai transfer 35 juta poundsterling pada Januari lalu. Manajemen Tottenham Hotspur kemudian menunjuk Roberto De Zerbi sebagai manajer baru yang berhasil mengubah nasib Gallagher dengan menempatkannya di posisi nomor 10 guna mengisi kekosongan akibat cederanya James Maddison dan Xavi Simons.

Dilansir dari Sky Sports, Gallagher membagikan kisah mengenai rasa terisolasi dan penolakan olahraga yang ia alami selama masa transisi kepelatihan dari Thomas Frank hingga interim Igor Tudor.

"Saya hampir tidak bisa berbicara dengan siapa pun dalam beberapa bulan terakhir. Jelas ini masa-masa yang sangat berat bagi saya dan tim, dan saya hanya fokus untuk terus meningkatkan diri demi membantu tim sebisa mungkin. Saya kurang percaya diri, manajer sebelumnya tidak mempercayai saya, para penggemar pun menganggap saya tidak bagus." kata Gallagher, Gelandang Tottenham Hotspur.

Pemain berusia 26 tahun tersebut menambahkan bahwa fokus pada ketangguhan mental menjadi kunci utama baginya untuk memenangkan kembali hati para pendukung yang sempat kecewa di Stadion Tottenham Hotspur.

"Secara mental, saya berhasil mengatasinya dengan sangat baik. Saya tahu saya bisa kembali dan menunjukkan kepada para penggemar apa yang sebenarnya bisa saya lakukan. Semoga ini baru permulaan, karena saya masih memiliki banyak hal untuk diberikan dan tidak sabar untuk membangun ikatan yang lebih erat lagi dengan para penggemar kami." ujar Gallagher, Gelandang Tottenham Hotspur.

"I’ve not really been able to speak to anyone in the last few months. It’s obviously been really tough times for me and the team and I’ve just been so focused on trying to improve to help the team as much as I can. I was low on confidence, the last manager wasn’t having me, the fans didn’t think I was any good." kata Gallagher, Gelandang Tottenham Hotspur.

Melalui pendekatan personal, De Zerbi mengembalikan kepercayaan diri Gallagher dengan memperlihatkan rekaman performa masa lalunya di YouTube serta memplotnya sebagai starter di setiap pertandingan.

"I mentally dealt with that really well. I knew I could come back and show the fans what I can really do. Hopefully it’s only the start because I’ve got so much to give and looking forward to building an even better connection with our fans." ujar Gallagher, Gelandang Tottenham Hotspur.

Selain Gallagher, James Maddison yang harus melewatkan banyak pertandingan akibat cedera lutut sejak pramusim turut memberikan kesaksian mengenai dampak positif yang dibawa oleh sang manajer asal Italia.

Dilansir dari The Sun, Maddison menceritakan dedikasi De Zerbi beserta enam asisten pelatihnya yang bertahan di fasilitas latihan hingga pukul sembilan malam demi merumuskan taktik di tengah badai cedera pemain seperti Mohamed Kudus, Dominic Solanke, Cristian Romero, Rodrigo Bentancur, Guglielmo Vicario, dan Dejan Kulusevski.

Artikel terkait

Rekomendasi