Cremonese Degradasi dari Serie A Emil Audero Ukir Catatan Kelam

Cremonese Degradasi dari Serie A Emil Audero Ukir Catatan Kelam

Kompetisi Serie A musim 2025/2026 berakhir pahit bagi penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero. Klub yang diperkuatnya, Cremonese, dipastikan terlempar ke kasta kedua Liga Italia untuk musim depan, seperti dilansir dari Medcom.

Kepastian turun kasta ini terjadi setelah Cremonese menelan kekalahan telak dengan skor 1-4 saat menghadapi Como. Hasil negatif tersebut membuat tim berjuluk I Grigiorossi menyudahi kompetisi di peringkat ke-18 klasemen akhir.

Sepanjang musim, Cremonese hanya mampu mengumpulkan total 34 poin dari 38 pertandingan. Raihan ini membuat mereka tertinggal empat angka dari Lecce yang menghuni posisi ke-17 sebagai batas aman dari zona merah.

Momen kelam ini memahat catatan ironis bagi Emil Audero. Penjaga gawang berusia 29 tahun tersebut kini tercatat sudah dua kali merasakan getirnya terdegradasi dari kompetisi tertinggi sepanjang karier profesionalnya di Italia.

Padahal, Emil sebenarnya tampil gemilang dengan membukukan 124 kali penyelamatan penting untuk timnya. Kiper utama ini juga sukses mengemas 11 catatan clean sheet sepanjang musim bergulir.

Namun, rapuhnya koordinasi lini pertahanan Cremonese membuat gawang yang dikawal Emil tetap bobol sebanyak 50 kali. Minimnya konsistensi di lini belakang akhirnya memaksa Emil kembali memungut bola dari gawangnya sekaligus gagal menyelamatkan tim dari jurang degradasi.

Memori Kelam Bersama Sampdoria

Kegagalan pada musim ini seolah memutar kembali memori buruk yang dialami Emil Audero pada musim 2022/2023 silam. Saat itu, ia merasakan pengalaman degradasi pertamanya ketika membela Sampdoria sebagai pemain pinjaman dari Inter.

Bersama klub berjuluk Il Samp tersebut, Emil tampil dalam 25 pertandingan dan menorehkan empat kali clean sheet. Performa kolektif Sampdoria yang hancur sejak awal musim membuat mereka terbenam di dasar klasemen sebagai juru kunci.

Sampdoria menutup musim itu dengan hanya meraih 19 poin. Mereka juga menjadi tim dengan pertahanan terburuk setelah kebobolan total 71 gol, di mana 39 gol di antaranya bersarsang saat Emil mengawal gawang.

Artikel terkait

Rekomendasi