Cricket Indonesia mengukir prestasi gemilang dengan menyabet juara dalam tiga kategori regional pada ajang ICC Development Awards. Dikutip dari Detik Sport, pencapaian ini sekaligus membawa Indonesia melaju ke empat kategori penghargaan di tingkat global.
Keberhasilan tersebut menempatkan Indonesia sejajar dengan Uni Emirat Arab (UAE). Kedua negara ini menjadi pemilik representasi global terbanyak dalam penghargaan pengembangan olahraga kriket yang digelar oleh International Cricket Council (ICC).
Berdasarkan pengumuman resmi ICC, Indonesia menjadi salah satu negara dengan performa paling menonjol di kawasan East Asia-Pacific (EAP). Secara keseluruhan, ICC menetapkan para juara regional dari enam kategori utama untuk bersaing di tingkat dunia pada Juli 2026.
Indonesia memenangkan trofi juara kawasan East Asia-Pacific untuk tiga kategori. Kategori tersebut meliputi ICC Development Initiative of the Year, ICC Associate Member Men's Team Performance of the Year, dan ICC Cricket 4 Good Social Impact Initiative of the Year.
Selain tiga gelar regional tersebut, Indonesia menembus daftar pendek global untuk kategori lain. Kategori tambahan tersebut adalah ICC x Rexona criiio Cricket Festival of the Year.
Melalui torehan tiga gelar juara regional dan satu kategori Global Shortlist, Indonesia mengukuhkan diri sebagai salah satu negara paling sukses pada ajang tahun ini. Indonesia dan UAE mencatat jumlah representasi global terbanyak dibandingkan dengan negara anggota ICC lainnya.
Chairman ICC, Jay Shah, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi luar biasa para anggota dalam mengembangkan olahraga kriket di seluruh dunia.
"Penghargaan ini menyoroti berbagai program luar biasa yang dijalankan oleh anggota ICC untuk memperluas jangkauan Cricket, menciptakan peluang baru, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Para pemenang tahun ini menunjukkan inovasi, ambisi, inklusivitas, serta komitmen yang kuat dalam mengembangkan permainan di berbagai belahan dunia," ujar Shah.
Transformasi kriket nasional terlihat dari berbagai program pengembangan akar rumput, peningkatan partisipasi perempuan, hingga perluasan kompetisi domestik. Inovasi digital, program sosial kemasyarakatan, serta lonjakan prestasi tim nasional kini mendapatkan pengakuan di panggung internasional.
Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia (PCI), Abhiram Singh Yadav, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh komunitas kriket tanah air.
"Beberapa tahun lalu, sulit membayangkan Indonesia dapat berdiri sejajar dengan negara-negara pengembang Cricket terbaik dunia. Hari ini, melalui kerja keras seluruh komunitas Cricket Indonesia, kita berhasil menjadi juara regional dan melangkah ke tingkat global. Ini adalah pencapaian seluruh bangsa, bukan hanya organisasi," kata Abhiram.
Abhiram menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi momentum penting untuk membangun fondasi yang lebih profesional.
"Menjadi juara di tingkat regional adalah kehormatan besar. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana momentum ini mendorong kami untuk terus membangun fondasi yang lebih kuat, lebih profesional, dan lebih berkelanjutan bagi generasi Cricket Indonesia berikutnya. Pengakuan internasional ini menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih keras demi mewujudkan visi menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan Cricket yang diperhitungkan di kawasan dan dunia," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PCI, Albert W. Tangkudung, menilai pencapaian empat representasi global ini sebagai validasi atas arah program kerja yang mereka jalankan.
"Empat representasi global ini menunjukkan bahwa program-program yang dijalankan Cricket Indonesia mendapat pengakuan dunia. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memperkuat pembinaan atlet, kompetisi nasional, pengembangan Cricket perempuan dan junior, program sosial, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di dalam dan luar negeri," kata Albert.
Albert juga menekankan pentingnya membangun ekosistem yang inklusif agar memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat.
"Kami percaya bahwa pertumbuhan Cricket harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, fokus kami bukan hanya pada prestasi tim nasional, tetapi juga pada pembangunan ekosistem yang berkelanjutan, inklusif, dan mampu memberikan dampak sosial yang positif," ujarnya.
Ajang ICC Development Awards pertama kali digulirkan pada tahun 2002 untuk mengapresiasi inovasi anggota ICC. Pada tahap selanjutnya, panel independen yang terdiri dari mantan pemain internasional, perwakilan ICC, media, dan mitra resmi akan menilai para juara regional untuk menentukan pemenang global.
Prestasi ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan olahraga kriket tercepat di kawasan East Asia-Pacific. Kini, seluruh perhatian tertuju pada pengumuman pemenang global yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli mendatang.