Keputusan manajemen Inter Milan menunjuk Cristian Chivu sebagai arsitek tim sempat memicu gelombang skeptisisme dari berbagai pihak. Namun, mantan pemain internasional Rumania tersebut langsung membuktikan kapasitasnya dengan mempersembahkan prestasi gemilang bagi klub berjuluk Si Ular.
Seperti dikutip dari Detik Sport, Chivu berhasil mengantarkan Inter Milan mendominasi kompetisi domestik dengan mengawinkan gelar juara Serie A dan Coppa Italia pada musim pertamanya. Pencapaian ini sekaligus mengukuhkan status unik dirinya yang sukses meraih trofi Serie A dan Coppa Italia baik sebagai pemain maupun pelatih.
Kehadiran Chivu di Giuseppe Meazza pada musim panas lalu adalah untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan setelah Simone Inzaghi memilih hengkang. Langkah CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, yang memilih Chivu kala itu dipertanyakan karena sang pelatih dinilai minim pengalaman dan baru memulai karier manajerialnya di Parma.
Kendati demikian, Marotta menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memedulikan kecaman yang datang saat menetapkan pilihan pada pria berusia 45 tahun itu. Rekam jejak kepemimpinan serta kedekatan emosional Chivu yang pernah membela Nerazzurri pada periode 2007 hingga 2014 menjadi alasan utama di balik penunjukannya.
Chivu juga bukan sosok asing bagi publik Milan karena ia merupakan bagian penting dari skuad legendaris yang memenangkan treble historical pada musim 2009/2010.
"Italia penuh dengan kritikus, tetapi kami berani memilih Chivu, Anda harus mengambil risiko sebagai seorang direktur. Pria ini berada di tim Inter yang memenangkan Treble, dia adalah kapten Ajax ketika masih sangat muda, dia mencintai Inter dan memiliki etos kerja yang hebat, dia telah memenangkan gelar bersama tim muda Inter," ujar Marotta dikutip dari Football Italia.
"Hal-hal inilah yang membuat kami memilihnya, pemilik klub mempercayai kami dan sangat menghormati Chivu," jelasnya.