Cruz Azul Tekuk Pumas UNAM 2-1 untuk Amankan Gelar Clausura 2026

Cruz Azul Tekuk Pumas UNAM 2-1 untuk Amankan Gelar Clausura 2026

Klub sepak bola Cruz Azul sukses mengamankan gelar juara kompetisi Clausura 2026 Liga MX setelah menundukkan tuan rumah Pumas UNAM dengan skor 2-1 pada pertandingan leg kedua babak final di Stadion Olimpico Universitario, Minggu, 24 Mei 2026 waktu setempat.

Kemenangan ini memastikan trofi domestik kesepuluh bagi tim berjuluk La Maquina tersebut sekaligus mengakhiri penantian selama lima tahun sejak terakhir kali mereka menjadi kampiun pada Clausura 2021.

Pertandingan penentu ini awalnya berjalan ketat setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol pada laga leg pertama yang digelar di pertengahan pekan. Pumas UNAM sebenarnya memimpin jalannya laga terlebih dahulu lewat gol sepakan jarak menengah Robert Morales pada menit ke-31.

Penjaga gawang Pumas UNAM, Keylor Navas, tampil gemilang pada babak pertama dengan mementahkan peluang emas dari Agustin Palavecino dan sundulan Rodolfo Rotondi. Namun, keunggulan tuan rumah buyar pada menit ke-54 setelah bek asal Spanyol, Ruben Duarte, melakukan gol bunuh diri akibat bola halauan Alvaro Angulo mengenai dadanya.

Petaka bagi Pumas UNAM bertambah menjelang akhir laga ketika Uriel Antuna menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran keras. Unggul jumlah pemain, Rodolfo Rotondi muncul sebagai pahlawan Cruz Azul lewat gol memukau pada menit kelima masa perpanjangan waktu babak kedua.

Sebelum pelit akhir berbunyi, Pumas UNAM harus bermain dengan sembilan orang setelah Angel Rico turut diusir wasit akibat sanksi kartu merah. Dengan hasil ini, Pumas UNAM harus memperpanjang masa puasa gelar mereka yang telah berlangsung selama 15 tahun sejak Clausura 2011.

Keberhasilan ini juga melengkapi catatan sejarah Cruz Azul yang kini mengoleksi sepuluh gelar liga, yang diraih pada musim 1968-69, 1970, 1971-72, 1972-73, 1973-74, 1978-79, 1979-80, Invierno 1997, Clausura 2021, dan Clausura 2026.

Pahlawan kemenangan tim tamu memberikan komentar terkait keberhasilan ini yang sekaligus membalas kekalahan mereka dari Amerika di final Clausura 2024 lalu.

"Sabe a revancha. No es fácil estar compitiendo tanto tiempo a tope, y, mientras más cerca estás y no lo conseguís, es como que la vara queda alta y tienes que ir por más, ir por más. Y dos años y medio intentándolo, estuvimos cerca y hoy se dio" ujar Rodolfo Rotondi, Gelandang Cruz Azul.

Sementara itu, lini pertahanan tim tamu juga bersuara mengenai dominasi permainan yang mereka terapkan sejak awal laga di markas lawan.

"Hoy lo merecimos. Desde el primer minuto salimos a buscarlo, no nos metimos atrás, salimos en búsqueda de salir a ganar el partido, con lo que nos identifica, con lo que fuimos a lo largo del año… Momentos buenos, momentos malos, pero nunca dejamos de insistir" kata Gonzalo Piovi, Bek Cruz Azul.

Di sisi lain, gelandang Erik Lira yang mendapatkan izin dari pelatih timnas Javier Aguirre untuk menghadiri laga final, membeberkan janjinya kepada Charly Rodriguez yang sempat terpuruk karena tidak dipanggil masuk skuad Piala Dunia.

"Le dije: 'Tranquilo, que vas a levantar la décima'. Él es mi hermano, llegamos juntos y me dijo que la vamos a ganar" tutur Erik Lira, Gelandang Cruz Azul.

Ia juga mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari skuad juara dan berterima kasih kepada rekan-rekan setimnya atas pencapaian besar ini.

"Me enorgullece mucho pertenecer a Cruz Azul y hoy soy lo que soy gracias a estos cabrones. Es un embrión increíble, y muchas gracias por hacerlo posible" tambah Erik Lira, Gelandang Cruz Azul.

Pemain tengah tersebut mengakui bahwa dirinya merasakan ketegangan yang luar biasa karena harus menyaksikan perjuangan rekan-rekannya dari tribun penonton.

"Porque me hacen sufrir estos weyes desde afuera, está mejor adentro" ucap Erik Lira, Gelandang Cruz Azul.

Rasa cemas tersebut diakuinya sudah muncul sejak pagi hari sebelum pertandingan penentuan di Ciudad Universitaria dimulai.

"Sí, desde las 7 de la mañana estaba despierto y ya quería estar con mis compañeros, quería abrazarlos y quería estar cerca de ellos" pungkas Erik Lira, Gelandang Cruz Azul.

Artikel terkait

Rekomendasi