Crystal Palace Juarai Liga Conference Usai Kalahkan Rayo Vallecano

Crystal Palace Juarai Liga Conference Usai Kalahkan Rayo Vallecano

Klub Liga Primer Inggris, Crystal Palace, berhasil merengkuh trofi mayor Eropa pertama sepanjang sejarah mereka setelah menumbangkan wakil Spanyol, Rayo Vallecano, dengan skor tipis 1-0 pada partai final Liga Conference 2025/26 di Leipzig Arena, Kamis.

Gol tunggal kemenangan The Eagles dicetak oleh penyerang Jean-Philippe Mateta pada babak kedua, sekaligus menjadi kado perpisahan manis untuk manajer Oliver Glasner yang menyudahi masa jabatannya pascapertandingan final ini selesai digelar.

Dilansir dari laman resmi UEFA, laga berjalan ketat sejak menit awal dengan kedua tim tampil agresif, namun rapatnya barisan pertahanan membuat peluang berbahaya sulit tercipta.

Rayo Vallecano sempat mengancam lebih dulu pada menit ke-25 lewat tendangan Alemao yang melebar, disusul tembakan mendatar Unai Lopez di menit ke-39 yang juga gagal mengarah ke gawang.

Crystal Palace membalas menjelang turun minum melalui sundulan Tyrick Mitchell setelah menerima umpan silang Adam Wharton, tetapi skor imbang tanpa gol bertahan hingga jeda beralih.

Lima menit setelah babak kedua dimulai, atau pada menit ke-50, Adam Wharton melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang ditepis kiper Rayo, Augusto Batalla, lalu bola muntah langsung disambar Jean-Philippe Mateta menjadi gol.

Skuat asuhan Oliver Glasner nyaris menambah keunggulan di menit ke-55 melalui eksekusi tendangan bebas Yeremy Pino, tetapi bola diselamatkan oleh tiang gawang dan sapuan pemain belakang lawan.

Rayo Vallecano berupaya meningkatkan intensitas serangan melalui peluang bola liar Sergio Camello, sundulan Florian Lejeune, serta sepakan jarak jauh Pedro Diaz dan Alemao, namun buruknya akurasi membuat skor tetap bertahan 1-0 hingga peluit panjang berbunyi.

Kemenangan ini menjadikan Crystal Palace sebagai tim Inggris ketiga yang menjuarai kompetisi ini pada musim debut Eropa mereka, sekaligus memastikan tiket ke Liga Europa musim depan bagi klub kesembilan Liga Inggris di kompetisi Eropa 2026/27.

Bek kiri Crystal Palace, Tyrick Mitchell, menyatakan bahwa pencapaian memenangkan trofi tingkat Eropa ini merupakan hal luar biasa yang semula berada di luar perkiraan skuat sebelum kedatangan pelatih Oliver Glasner.

"It's something you dream of, but you don't think it's reality. We've shown that it's reality," ujar Tyrick Mitchell saat diwawancarai TNT Sports.

Pemain bertahan tersebut juga merasa bangga kepada seluruh pihak di dalam tim yang telah bekerja keras melalui agenda padat sepanjang musim ini.

"I'm just proud of everyone – past and present – that helped us get to this point. We played 60 games this season, so many of us aren't used to it," kata Tyrick Mitchell.

Klub asal London tersebut sempat melewati masa-masa sulit dan menelan kekalahan dalam beberapa pertandingan di kompetisi ini sebelum akhirnya mampu melaju ke partai puncak.

"We had times when we weren't winning. We lost a couple of games in this competition, but it all meant that if we came here and won, we'd do it all over again!" tutur Tyrick Mitchell.

Gelar juara kasta ketiga Eropa ini melengkapi trofi domestik Piala FA dan Community Shield yang berhasil didapatkan skuat The Eagles selama berada di bawah arahan taktik Glasner.

"It's the same feeling as we had when we won the FA Cup. It's just pure delight, pure emotions. We're just happy we did it together," ucap Tyrick Mitchell.

Sementara itu, pencetak gol penentu kemenangan, Jean-Philippe Mateta, mengekspresikan rasa gembira setelah berhasil memastikan kemenangan klub pada musim perdana mereka tampil di kompetisi Benua Eropa.

"I feel fantastic! I feel fantastic! We did it! First time in Europe, and we did it! Now, I just want to celebrate, i just want to party," cetus Jean-Philippe Mateta kepada TNT Sports.

Penyerang asal Prancis tersebut mengakui pertandingan berjalan sangat menguras fisik karena intensitas permainan tinggi yang ditunjukkan oleh kubu Rayo Vallecano.

"It's incredible, we gave everything. I told you about the intensity they would have, and I am tired right now. I gave everything. That's why we won today," ungkap Jean-Philippe Mateta.

Gol tersebut menjadi momen emosional bagi sang striker yang sempat mengalami kegagalan transfer ke AC Milan pada Januari lalu sebelum akhirnya dipanggil masuk ke dalam skuat Piala Dunia Prancis.

"I am always with the fans. They have supported me a lot as a player. They are always behind us. We did it for them, too," pungkas Jean-Philippe Mateta.

Artikel terkait

Rekomendasi