Crystal Palace memastikan diri melaju ke babak final UEFA Conference League setelah menundukkan Shakhtar Donetsk dengan skor 2-1 pada leg kedua semifinal di Selhurst Park, Kamis (7/5/2026). Dilansir dari Bola, kemenangan ini membawa klub Premier League tersebut unggul agregat 5-2 atas wakil Ukraina.
Kemenangan di markas sendiri ini menjadi pencapaian bersejarah bagi skuad asuhan Oliver Glasner yang baru pertama kali berkompetisi di kancah Eropa. Palace dijadwalkan akan berhadapan dengan wakil Spanyol, Rayo Vallecano, pada partai puncak yang digelar di Leipzig pada 27 Mei mendatang.
Daniel Munoz membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-25 setelah memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Dmytro Riznyk. Shakhtar Donetsk sempat menyamakan kedudukan lewat aksi penyerang asal Brasil, Eguinaldo, pada menit ke-34 sebelum Palace kembali unggul di babak kedua.
Penentu kemenangan Palace dicetak oleh Ismaila Sarr tujuh menit setelah jeda pertandingan yang sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak kompetisi dengan sembilan gol. Gelandang Adam Wharton menyebut dukungan suporter di Selhurst Park sangat berperan dalam keberhasilan tim.
"Kami meraih trofi pertama dalam 120 tahun musim lalu dan sekarang mencoba memberikan satu lagi untuk para fans," ujar Adam Wharton, Gelandang Crystal Palace.
Wharton menambahkan bahwa suasana di stadion memberikan suntikan energi luar biasa bagi para pemain sepanjang pertandingan berlangsung.
"Anda bisa merinding melihat suasananya. Ini atmosfer terbaik Selhurst Park selama dua tahun saya di sini," lanjut Adam Wharton, Gelandang Crystal Palace.
Keberhasilan menembus final kompetisi Eropa melengkapi tren positif klub London selatan tersebut setelah memenangkan Piala FA pada musim sebelumnya. Kiper sekaligus kapten tim, Dean Henderson, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian kolektif timnya.
"Sejujurnya, ini sangat luar biasa bisa masuk ke kompetisi Eropa bersama Crystal Palace, apalagi sampai ke final," kata Dean Henderson, Kapten Crystal Palace.
Henderson menilai hubungan emosional yang kuat antara pemain dan penggemar menjadi kunci sukses Palace dalam beberapa musim terakhir.
"Anda bisa melihat hubungan antara para pemain dan pendukung, fantastis," kata Dean Henderson, Kapten Crystal Palace.
Status Crystal Palace di kompetisi ini merupakan pindahan dari Liga Europa akibat regulasi kepemilikan multi-klub. Kini mereka berpeluang mencatatkan sejarah baru dengan meraih gelar juara level kontinental untuk pertama kalinya.