Danilo Targetkan Posisi Skuad Brasil Jelang Piala Dunia 2026

Danilo Targetkan Posisi Skuad Brasil Jelang Piala Dunia 2026

Gelandang Botafogo, Danilo, menargetkan satu tempat dalam skuad final tim nasional Brasil untuk Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan diumumkan pada 18 Mei mendatang. Ambisi ini muncul setelah ia mencatatkan gol debut emosional dalam pertandingan uji coba melawan Kroasia, sebagaimana dilansir dari Suara.

Pemain berusia 25 tahun tersebut menganggap lapangan sebagai tempat berekspresi yang membebaskannya dari segala beban kompetisi besar. Ia menyamakan perasaan saat bertanding dengan momen masa kecilnya ketika bermain tanpa beban di lingkungan asalnya.

“Ketika saya di lapangan, saya tidak memikirkan hal lain,” kata Danilo kepada FIFA.

Pernyataan tersebut merujuk pada ketenangan yang ia rasakan saat menguasai bola di tengah tekanan pertandingan internasional. Bagi Danilo, atmosfer profesional terasa sangat natural seperti hobi masa kecilnya.

“Saya merasa sangat bebas. Tidak peduli apa yang terjadi dalam pertandingan, melawan siapa kami bermain, apakah kami bermain bagus atau tidak. Saya selalu merasa tenang – seperti sedang bermain bola di Fazenda Coutos, sekadar menikmati permainan, bermain dengan anjing saya, Pit. Segalanya terasa sangat alami di sana,” ujar Danilo.

Meski menunjukkan performa impresif yang memikat perhatian pelatih Carlo Ancelotti, Danilo mengakui persaingan di lini tengah Selecao sangat ketat. Ia harus bersaing dengan deretan pemain elit untuk bisa terpilih masuk ke dalam daftar 26 pemain yang akan berangkat ke Amerika Serikat.

“Sangat sulit, terutama di Seleção, di mana ada begitu banyak pemain top di posisi saya,” ucap Danilo.

Kesadaran akan ketatnya kompetisi internal membuatnya bertekad memberikan kontribusi lebih dari sekadar hadir di tim nasional. Ia memandang standar tinggi di skuad Brasil sebagai tantangan berkelanjutan.

“Semua orang tampil di level tinggi untuk tim nasional. Sampai ke sana itu sulit, tapi ini bukan hanya soal sampai ke sana. Saya harus melangkah lebih jauh lagi,” tutur Danilo.

Kematangan mental Danilo saat ini tidak lepas dari masa sulit yang ia hadapi ketika berkarier di Liga Inggris. Cedera patah pergelangan kaki yang dialaminya menjadi titik balik penting dalam pendewasaan cara berpikirnya sebagai atlet profesional.

“Itu sangat sulit pada awalnya, tetapi seiring berjalannya waktu menjadi lebih mudah,” kata Danilo.

Proses rehabilitasi panjang tersebut justru membentuk pola pikir positif yang ia terapkan setiap hari. Pengalaman pahit akibat cedera serius tersebut diakuinya telah mengubah perspektif hidupnya secara signifikan.

“Saya mulai memahami berbagai hal secara berbeda. Saya banyak menjadi lebih dewasa. Saya menjadi lebih kuat dan belajar untuk berpikir lebih positif setiap hari. Setelah cedera itu, saya mengembangkan pola pikir ini,” ungkap Danilo.

Pengalaman kompetisi level tinggi sebenarnya sudah ia rasakan sejak membela Palmeiras di ajang Intercontinental Cup. Saat itu, ia berkesempatan berduel langsung dengan gelandang kelas dunia seperti N'Golo Kante dan Jorginho dari Chelsea.

“Itu menyakitkan, karena kami merasa kami bisa memenanginya,” ujar Danilo mengenang laga melawan Chelsea.

Meskipun menelan kekalahan, momen bertanding melawan para pemain terbaik dunia yang biasanya hanya dilihat melalui layar kaca memberikan pelajaran teknik berharga. Kenangan bersaing ketat hingga babak perpanjangan waktu tersebut diakui Danilo akan terus ia ingat.

“Tapi saya senang bisa bermain melawan yang terbaik di dunia, menghadapi pemain seperti Jorginho, [N'Golo] Kante, dan Thiago Silva, yang hanya pernah saya lihat di TV. Berada di sana bersaing dengan mereka, berhadapan langsung dengan mereka… Itu adalah pertandingan menarik yang berlanjut hingga perpanjangan waktu dan ditentukan oleh penalti di menit-menit akhir. Itu akan tetap bersama saya selamanya,” pungkas Danilo.

Artikel terkait

Rekomendasi