Manajer Roberto De Zerbi berencana melakukan perombakan besar-besaran terhadap komposisi pemain Tottenham Hotspur guna menghadapi kompetisi musim depan setelah timnya memastikan diri bertahan di Premier League.
Penyelamatan posisi klub asal London tersebut dipastikan setelah mereka berhasil mengalahkan Everton pada pekan terakhir Premier League musim 2025/2026, yang membuat tim finis dengan keunggulan dua angka di atas zona degradasi, seperti dilansir dari Detik Sport.
Pelatih asal Italia yang baru bertugas sejak akhir Maret itu berhasil mempersembahkan tiga kemenangan dari tujuh laga terakhir demi menjauhkan tim dari ancaman turun kasta ke Championship. De Zerbi menegaskan perlunya perubahan besar lantaran menganggap hanya ada sekitar 10 sampai 12 pemain di skuad saat ini yang memiliki kualitas mumpuni untuk dipertahankan, termasuk ambisinya mempermanenkan gelandang pinjaman Joao Palhinha.
Mantan bek kanan Tottenham Hotspur, Alan Hutton, memberikan pandangan bahwa bek tengah Micky van de Ven merupakan pilar krusial yang tidak boleh dilepas dalam rencana pembangunan ulang tim bentukan De Zerbi tersebut.
"Dia satu pemain yang menurut saya wajib dipertahankan," kata Alan Hutton, mantan bek Tottenham.
Hutton menilai peran pemain belakang asal Belanda itu sangat vital, terutama dengan munculnya spekulasi mengenai masa depan Cristian Romero yang berpotensi meninggalkan klub dalam waktu dekat.
"Kalau mereka ingin membangun dan lebih kuat musim depan, dia adalah calon kapten karena saya rasa Cristian Romero kemungkinan akan pergi. Kalau Van de Ven dijual ke klub Premier League lain atau ke mana pun, Tottenham harus mencari penggantinya dan itu tidak akan mudah," ujar Alan Hutton.
Mantan pesepak bola asal Skotlandia itu juga menyadari tantangan berat yang dihadapi manajemen karena para pemain bintang memiliki ekspektasi tinggi untuk berkompetisi di level Eropa.
"Para pemain ini ingin bermain di level tertinggi dan saya rasa Tottenham butuh beberapa jendela transfer untuk kembali ke level itu," kata Alan Hutton.
Ia menambahkan bahwa mempertahankan figur penting di lini pertahanan menjadi syarat mutlak jika manajemen ingin mempercepat proses pengembalian kejayaan klub.
"Tapi mereka harus mempertahankan pemain seperti Van de Ven jika ingin melakukannya," ujar Alan Hutton.
Di sisi lain, Micky van de Ven menyatakan kesiapannya untuk bertahan dan menunjukkan sikap optimistis terhadap jajaran staf kepelatihan yang kini memimpin tim.
"Kami sekarang punya orang-orang yang tepat di sini. Manajer yang tepat," kata Micky van de Ven, bek Tottenham.
Pemain berusia 25 tahun itu menegaskan bahwa pencapaian buruk klub yang menyudahi kompetisi di peringkat ke-17 selama dua musim berturut-turut merupakan catatan yang mengecewakan bagi tim sebesar Spurs.
"Jadi saya yakin kami bisa lebih baik musim depan karena dua tahun berturut-turut finis di posisi 17 itu tidak bisa diterima, apalagi untuk klub seperti Spurs," kata Micky van de Ven.
Ia juga menyadari kebijakan efisiensi dan perombakan pemain akan segera berjalan di dalam internal tim menjelang bursa transfer musim panas.
"Akan ada banyak perubahan dan kami akan melihat itu terjadi. Tapi kami akan melakukan segalanya dan saya yakin kami akan jauh lebih baik dibanding dua musim terakhir," kata Micky van de Ven.