Gelandang Arsenal Declan Rice bertekad mengakhiri penantian trofi Liga Champions klubnya dalam laga final melawan juara bertahan Paris Saint-Germain di Stadion Puskas Arena pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Klub berjuluk The Gunners tersebut membidik gelar kedua mereka musim ini setelah berhasil mengamankan trofi juara Premier League. Final ini menjadi penampilan kedua Arsenal di partai puncak kompetisi tertinggi Eropa sejak kekalahan mereka dari Barcelona pada tahun 2006 silam.
Arsenal tercatat sebagai klub yang paling banyak memainkan pertandingan di Liga Champions sebanyak 225 laga tanpa pernah mengangkat trofi. Namun, kehadiran Rice yang didatangkan senilai 100 juta poundsterling dari West Ham pada 2023 menjadi pilar penting di bawah arahan manajer Mikel Arteta.
Pemain tim nasional Inggris tersebut sempat menunjukkan performa gemilang pada perempat final April lalu dengan mencetak dua gol dari tendangan bebas langsung saat mengalahkan Real Madrid 3-1. Catatan itu membuatnya menjadi pemain pertama dalam sejarah kompetisi yang mencetak dua gol tendangan bebas langsung dalam satu laga fase gugur.
Langkah Arsenal pada musim 2024-2025 sebelumnya dihentikan oleh PSG di semifinal dengan agregat 1-3. Tim asuhan Luis Enrique kemudian memenangkan final dengan melibas Inter Milan 5-0, dan kini mereka berambisi menjadi klub kedua di era modern yang sukses mempertahankan gelar setelah Real Madrid.
"I would like to say I'm a big-game player," ujar Declan Rice, Gelandang Arsenal kepada UEFA.com.
Rice menilai bahwa timnya telah menunjukkan mentalitas yang kuat dalam menghadapi pertandingan besar selama beberapa tahun terakhir, terutama di panggung Eropa.
"When you play in the biggest competitions, you need your players to step up at every single point, and not only just me," kata Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Menurutnya, kepastian jalannya pertandingan tidak bisa diprediksi sebelumnya, namun tim dapat mengendalikan cara memulai laga demi membangun kepercayaan diri.
"I think our team have done that over the last few years in big games – we've stepped up, especially in the Champions League. There's a few of us that have got that in us, and we're going to need that going into the final as well," tutur Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Rice menekankan pentingnya melakukan sentuhan pertama, tekel, atau sundulan dengan benar sejak awal pertandingan untuk terus berkembang sepanjang laga.
"In football, you can't determine before the game whether you're going to play well or not. It's the unknown. But what you can control is how you start the game off, how [much] confidence you can build within yourself," kata Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Ia juga menghormati kekuatan sang lawan dan mengingat kembali persaingan ketat kedua tim pada kompetisi musim lalu.
"And whether that's with your first touch, a tackle, a header, always do the first thing right, and you build from there," cetus Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Kekalahan di semifinal musim lalu menjadi pelajaran berharga bagi skuad Arsenal untuk tampil lebih klinis di depan gawang.
"PSG are a really good side. [We] played them over two legs last year," kata Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Rice menegaskan bahwa kegagalan masa lalu justru memotivasi timnya untuk menghadapi pertandingan penentu ini dengan kesiapan penuh.
"It could have gone either way, so speaking about it now, may the best team win," ujar Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Gelandang tersebut menyatakan bahwa motivasi tinggi dan kerja keras mutlak diperlukan demi menumbangkan raksasa Prancis tersebut.
"What did we learn from last season's semi-final defeat? That you've got to take your chances, because we had plenty of them," kata Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Pertandingan ini akan menjadi laga penutup bagi kompetisi sepak bola klub musim ini, dan Rice mengajak rekan-rekannya memberikan segalanya.
"It wasn't meant to be, but it's [those] moments that set you up for the moments that are coming. We'll be ready. You need to be on your A-Game to beat PSG," tutur Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Bagi Rice, kesempatan ini adalah momentum terbesar untuk mempersembahkan trofi bergengsi kepada para pendukung Arsenal.
"You need that fuel in your belly from the first whistle, that you're going to win this final. It's the biggest competition in football. Champions League final, it gets no bigger than that," tegas Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Sesi wawancara tersebut ditutup dengan penegasan komitmennya untuk menguras seluruh tenaga demi mencapai hasil tertinggi di Budapest.
"What a chance, what an opportunity. It'll be the last kick of club football for the season, so go out on a high and give it absolutely everything, one last empty of the tank and give it everything you've got to win such a beautiful trophy with this club," kata Declan Rice, Gelandang Arsenal.