Selebritas Deddy Corbuzier melontarkan kritik bernada satire terhadap usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, terkait pemindahan posisi gerbong khusus wanita ke bagian tengah rangkaian KRL pada Rabu, 30 April 2026.
Langkah tersebut diusulkan pasca-kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur dengan skema memindahkan gerbong laki-laki atau campuran ke sisi paling depan dan belakang kereta. Dilansir dari Suara, Deddy menyatakan dukungannya melalui video dengan narasi yang menyindir peran dan label pribadinya di mata publik.
"Saya, Bu akan bela Ibu. Saya akan bela Ibu, Bu. Mati-matian saya akan bela Ibu, Bu. Kenapa? Ya, pertama saya juga udah dianggap rezim ya kan, Bu? Kedua, saya dianggap toxic maskulinity. Ketiga, gua tuh patriarki, Bu. Maka saya akan bela Ibu. Saya akan bela Ibu," ujar Deddy, Pesohor.
Dalam tayangan tersebut, Deddy menyinggung sudut pandang maskulinitas mengenai kewajiban pria dalam menjaga keselamatan perempuan. Namun, ia turut memberi peringatan kepada Menteri PPPA bahwa kebijakan diskriminasi ruang transportasi ini berpotensi memicu protes dari kelompok feminis terkait konsistensi kesetaraan gender.
"Naik genteng harus dua-duanya bisa. Angkat galon harus dua-duanya bisa. Pria pun begitu, harus segender. Nah, itu nanti ibu akan kena," kata Deddy, Pesohor.
Selain persoalan gender, pria yang dikenal dengan konten siniar ini menyoroti risiko teknis di mana benturan dari arah samping tetap bisa mengancam penumpang di gerbong tengah. Sebagai sindiran penutup, ia mengusulkan penempatan wanita di bagian atas kereta agar terhindar dari kecelakaan.
"Taruhlah wanita-wanita tersebut di posisi yang paling bagus. Wanita harus berada di atas di atas, Bu. Taruhnya enggak ada kecelakaan dari atas, Bu. Dan kalau seksis, woman on top gitu, Bu," tegas Deddy, Pesohor.
Unggahan tersebut menuai beragam reaksi negatif dari warganet yang sepakat bahwa kebijakan pemindahan gerbong tersebut tidak rasional. Salah satu pengguna media sosial turut mempertanyakan proses pengambilan keputusan di tingkat kementerian sebelum pernyataan tersebut dilempar ke publik.
"Dia bikin statement seakan nggak pakek mikir 'ini statement gue nih udah bener gak yah?' Minimal lah mikir Bu," tulis netizen dalam kolom komentar.