Deddy Corbuzier Soroti Juri LCC Empat Pilar MPR RI dan Tantang Debat

Deddy Corbuzier Soroti Juri LCC Empat Pilar MPR RI dan Tantang Debat

Polemik mengenai penilaian juri dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang viral di media sosial kini menarik perhatian selebritas Deddy Corbuzier. Sikap sejumlah juri dinilai arogan serta terkesan merendahkan para siswa yang menjadi peserta lomba.

Melalui unggahan video di akun Threads pribadinya pada Kamis (14/5), mantan pesulap tersebut menyatakan ketertarikannya untuk mengundang dewan juri ke siaran podcast Close The Door. Deddy Corbuzier menilai bahwa perbedaan pandangan terkait penilaian semestinya dapat diterangkan secara transparan tanpa menunjukkan sikap superior.

Dikutip dari Medcom, pria yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan ini menyindir cara berkomunikasi para juri yang dianggap merasa paling pandai saat merespons peserta. Ia bahkan melayangkan tantangan terbuka kepada tim penilai tersebut untuk berdiskusi dan mengadu wawasan di kanal miliknya.

“Itu kasus cerdas cermat itu, tahu kan? Pengen gue undang coba (jurinya). Pengen gua undang coba (biar) dateng, ya, kan. Kita bahas,” cecar Deddy.

“Karena gini, loh, gak usah sok pinter, lah. Nggak usah sok, ‘Heh, ternyata pinter.’ Gak usah sok pinter. Adu pinter sama gue di podcast. Adu pinter. Pengen gue undang jurinya,” tambah Deddy.

Perdebatan di jagat maya mencuat setelah keputusan penilaian tim juri dianggap tidak konsisten oleh masyarakat. Masalah bermula ketika ada dua tim sekolah, yang salah satunya merupakan SMAN 1 Pontianak, memberikan jawaban serupa untuk pertanyaan yang sama namun mendapatkan nilai berbeda.

Pihak penilai beralasan bahwa kejelasan artikulasi jawaban dari salah satu sekolah kurang baik sehingga dinyatakan keliru. Argumen tersebut langsung memicu gelombang protes serta ketidakpuasan publik yang mempertanyakan kapabilitas sekaligus objektivitas dewan juri.

Menanggapi situasi yang kian memanas, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Menurut pandangannya, dewan juri sudah seharusnya bertindak objektif dan memberikan respons yang bijak terhadap sanggahan dari peserta lomba.

Artikel terkait

Rekomendasi