Komedian Dede Sunandar dan istrinya, Karen Hertatum, sepakat untuk mengakhiri pernikahan mereka yang telah berjalan selama 12 tahun akibat konflik rumah tangga yang dipicu isu perselingkuhan serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pengumuman keputusan cerai ini disampaikan Dede di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Kamis, 14 Mei 2026.
Dilansir dari Suara, keretakan hubungan pasangan yang telah dikaruniai tiga anak tersebut sudah berlangsung selama tujuh bulan terakhir. Selama periode itu, keduanya dilaporkan telah hidup terpisah dan tidak lagi menjalin hubungan suami istri sebagaimana mestinya.
Dede Sunandar mengonfirmasi bahwa keinginan untuk berpisah tidak hanya datang dari pihaknya, melainkan juga merupakan kesepakatan bersama dengan sang istri demi menghindari konflik yang lebih parah di masa depan.
"Memang sudah bulat, dia sama ane (saya) sudah sama-sama bulat," kata Dede Sunandar.
Proses administrasi perceraian mulai berjalan setelah Karen meminta dokumen pribadi miliknya untuk keperluan pendaftaran gugatan secara resmi. Dede mengungkapkan bahwa dirinya hanya bisa mengikuti keinginan sang istri dalam merapikan berkas-berkas tersebut.
"Dia tadi sih minta berkas-berkasnya tadi, 'tolong rapiin lah KK, KTP aku, surat nikah,'" ujarnya menirukan ucapan sang istri.
Komedian yang mengawali kariernya sebagai petugas kebersihan ini menyatakan sikap pasrah atas kondisi rumah tangganya. Ia menilai perpisahan menjadi jalan keluar terakhir yang tidak mungkin dielakkan lagi.
"(Perceraian) enggak bisa dihindari lagi. Takut ke depannya makin parah," imbuh Dede Sunandar.
Ketegangan dalam rumah tangga mereka juga berdampak pada kualitas komunikasi sehari-hari yang kini terasa sangat formal dan kaku. Dede menyebutkan bahwa sapaan sayang kini telah berganti dengan panggilan yang biasa digunakan antar teman pria.
"Kalau berhubungan tidak berhubungan badan udah enam atau 7 bulan lah sampai sekarang," tutur Dede Sunandar jujur.
Komedian berusia 35 tahun ini menceritakan salah satu momen perubahan sikap istrinya saat berkomunikasi pada malam hari. Hal tersebut menunjukkan jarak emosional yang semakin lebar di antara keduanya.
"Bilang sih ke Dede pas setengah sebelas malam bilang 'Gue mau pergi Bray.' Ngomongnya udah 'bray', udah bro-brother. Jadi enggak ada sayang, sayangan," kata Dede Sunandar.
Terkait isu kekerasan fisik, Dede mengakui dirinya pernah melakukan tindakan KDRT terhadap sang istri. Pengakuan tersebut disertai penjelasan mengenai pemicu emosinya yang meledak secara spontan karena suatu kejadian di kediaman mereka.
Menurut Dede, kemarahan tersebut tersulut saat dirinya mengetahui bahwa sang istri membawa teman laki-laki ke rumah untuk tujuan mengonsumsi minuman keras.