Apresiasi besar mengalir untuk Persib Bandung setelah sukses merengkuh takhta tertinggi sepak bola tanah air. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menggelontorkan bonus finansial senilai Rp1 miliar kepada skuad Maung Bandung.
Gelar juara Super League 2025/2026 menjadi pemantik hadirnya penghargaan tersebut. Peristiwa penyerahan bonus ini berlangsung di Gedung DPRD Jawa Barat pada Rabu (3/6/2026), seperti dikutip dari Medcom.
Prosesi penyerahan dana apresiasi ini diterima secara langsung oleh Glenn Sugita selaku CEO PT Persib Bandung Bermartabat. Momentum berharga ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh krusial klub.
Beberapanya meliputi Manajer sekaligus Komisaris PT PBB Umuh Muchtar, Deputy CEO PT PBB Adhitia Putra Herawan, beserta jajaran staf pelatih dan perwakilan pilar Persib.
Dedi Mulyadi menerangkan bahwa dana segar tersebut murni bersumber dari kantong pribadinya, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat.
"Iya, dana ini murni dari hasil penjualan sapi milik saya pribadi, bukan memakai fasilitas atau uang negara," ujar Dedi Mulyadi.
Langkah nyata ini diambil sang Gubernur sebagai bentuk penghormatan tinggi atas konsistensi luar biasa yang ditunjukkan oleh armada Maung Bandung di kancah nasional.
Respons positif langsung dilayangkan oleh manajemen klub. Glenn Sugita mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas kepedulian yang diperlihatkan oleh otoritas tertinggi Jawa Barat tersebut.
"Kami sangat berterima kasih atas atensi luar biasa dari Pak Gubernur. Bagi seluruh elemen Persib, ini merupakan sebuah kehormatan yang sangat besar," tutur Glenn Sugita.
Persib Bandung sendiri mengunci takhta juara Super League musim 2025/2026 setelah menuntaskan laga pamungkas lewat skor kacamata 0-0 kontra Persijap Jepara.
Tambahan satu poin tersebut membuat Persib mengoleksi total 79 poin di klasemen akhir, jumlah yang sejatinya sama persis dengan raihan milik Borneo FC.
Kendati demikian, trofi juara tetap berhak diboyong ke Kota Kembang lantaran tim pangeran biru memiliki keunggulan catatan head-to-head atas sang rival utama.
Pencapaian emas ini sekaligus mengukir tinta sejarah baru bagi Persib Bandung yang sukses mempertahankan gelar juara kompetisi domestik tertinggi selama tiga musim secara berturut-turut.