Penyanyi sekaligus penulis Dewi Lestari secara resmi memutuskan untuk meleburkan identitas ganda miliknya dan memilih nama Dee Lestari sebagai satu-satunya nama panggung tunggal untuk seluruh karya musik serta literasi di masa mendatang.
Langkah penyatuan nama tersebut diterapkan secara penuh dalam album terbaru bertajuk (Jangan) Jatuh Cinta yang dijadwalkan meluncur pada 10 Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Medcom. Selama ini, nama Dewi Lestari lebih melekat pada profesinya sebagai pemusik, sementara nama Dee Lestari digunakan khusus untuk karya tulisnya.
Keputusan menggunakan satu nama panggung ini diakui sebagai pilihan akhir untuk menyatukan dua dunia kreatif yang digelutinya secara praktis.
"Selama ini saya di buku tuh Dee Lestari gitu. Terus saya pikir daripada jadi ada dua identitas di luar sana, digabung aja deh jadi Dee Lestari aja gitu," ungkap Dee Lestari di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu, 3 Juni 2026.
Integrasi nama panggung ini juga menjadi simbol bahwa sosok penulis dan penyanyi dalam dirinya kini telah menyatu sepenuhnya.
"Sehingga mungkin secara simbolik juga seperti mengintegrasikan antara Dee yang penulis dengan Dee yang penyanyi," lanjut Dee Lestari.
Selain alasan simbolis, aspek efisiensi identitas menjadi pertimbangan utama di balik keputusan penyatuan nama panggung tersebut.
"Dan kedua sebenarnya lebih alasan praktis aja, jadi cukup satu identitas: Dee Lestari," tutur Dee Lestari.
Di samping merilis proyek musik baru, Dee Lestari kini tengah mempersiapkan sebuah karya literasi berupa buku puisi yang memiliki keterkaitan erat dengan materi lagu dalam album (Jangan) Jatuh Cinta.
"Walaupun bukan seperti Rectoverso, tapi saya juga akan menyiapkan sebuah buku puisi," katanya.
Rangkaian puisi dalam buku teranyar tersebut nantinya akan dijalin secara berkesinambungan dengan lagu-lagu di album terbarunya, dengan target peluncuran buku yang dijadwalkan pada Juli 2026 mendatang.