Demonstrasi Warnai Pembukaan Venice Biennale 2026 di Italia

Demonstrasi Warnai Pembukaan Venice Biennale 2026 di Italia

Ajang seni kontemporer tertua di dunia, Venice Biennale 2026, resmi dibuka di Venesia, Italia, pada Sabtu (9/5) di tengah gelombang protes massa. Demonstrasi besar terjadi di depan Paviliun Rusia dan Israel sebagai respons atas meningkatnya ketegangan geopolitik global selama dua tahun terakhir.

Pameran edisi ke-150 ini disebut sebagai momen paling kacau dalam sejarah seni rupa dunia akibat rangkaian kontroversi tersebut. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, juri ajang ini telah membatasi aksi terhadap negara-negara yang masuk dalam penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional terkait pelanggaran hak asasi manusia.

Seniman asal Inggris, Anish Kapoor, turut memberikan pandangannya mengenai situasi konflik yang membayangi pameran bergengsi tersebut.

"politik kebencian dan perang, semua telah terjadi terlalu lama" ujar Anish Kapoor, Seniman.

Kericuhan sempat pecah pada Jumat (8/5) saat pengunjuk rasa yang menentang keikutsertaan Israel terlibat bentrokan fisik dengan pihak kepolisian setempat. Selain itu, kelompok feminisme asal Ukraina dan Rusia terpantau berkumpul untuk menyuarakan aspirasi mereka di depan Paviliun Rusia pada awal pekan ini.

Warga Palestina yang hadir dalam aksi tersebut juga memberikan penghormatan bagi para seniman yang gugur dalam konflik di Gaza. Venice Biennale 2026 yang dikurasi oleh Koyo Kouoh ini mengusung tema In Minor Keys dan diikuti oleh perwakilan dari 99 negara.

Pameran yang berlokasi di Giardini dan Arsenale ini akan berlangsung selama enam bulan hingga 22 November 2026 mendatang. Indonesia turut berpartisipasi dengan menghadirkan paviliun bertema Printing the Unprinted yang berupaya menjawab tantangan sosial global melalui pendekatan residensi.

Artikel terkait

Rekomendasi