Dewi Perssik Ambil Tindakan Tegas Lindungi Anak dari Isu Netizen

Dewi Perssik Ambil Tindakan Tegas Lindungi Anak dari Isu Netizen

Penyanyi dangdut Dewi Perssik menyatakan kemarahannya atas komentar netizen di media sosial terkait status anak angkatnya, Gabriel. Kemarahan ini dipicu oleh pernyataan Aldi Taher dalam sebuah wawancara video digital yang kemudian memunculkan spekulasi liar dari warganet.

Kabar burung yang beredar di jagat maya tersebut dinilai mulai mengganggu kondisi psikologis sang buah hati yang kini sedang fokus menempuh jalur pendidikan. Seperti dilansir dari Detik Hot, langkah peneguran yang dilakukan melalui platform digital merupakan bentuk proteksi seorang ibu demi masa depan anak.

"Harusnya kalau memang Mas Aldi menganggap anak saya sebagai anak, ya sudah di WhatsApp saja. Jangan di podcast. Kan podcast itu socmed, sudah ke mana-mana. Saya sebagai ibunya hanya ingin menjaga anak saya secara emosional, dampak sosial, dan dampak hukumnya," ujar Dewi Perssik saat ditemui di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dikutip Senin (18/5/2026).

Pelantun lagu Mimpi Manis ini sempat diliputi rasa khawatir karena kesulitan menghubungi Gabriel selama dua pekan terakhir akibat sang anak sedang menjalani kegiatan pendidikan di kawasan hutan. Ketika komunikasi visual akhirnya terhubung, ia mendapati respons anaknya relatif tenang meski awalnya sempat merasa bingung.

"Dia ekspresinya tanya, Mama ada apa? Pas saya jelaskan soal keramaian di socmed karena obrolan Aldi, dia cuma jawab ya sudah biarin," cerita Depe menirukan respons sang anak.

Persoalan ini sebelumnya sempat dikonsultasikan kepada penasihat hukum guna memperjelas status legalitas Gabriel di mata hukum. Kendati demikian, Dewi Perssik menegaskan bahwa dirinya telah memberikan maaf kepada mantan suaminya tersebut.

"Saya orangnya selalu membuka silaturahmi. Saya anggap Mas Aldi bukan orang lain, tapi sudah seperti keluarga. Mungkin kondisinya lagi tidak kontrol, sebenarnya tidak ada niat tidak baik, cuma mungkin kurang cerdas saja dalam mengucapkan kalimat-kalimat yang sensitif," pungkasnya.

Kejadian ini diharapkan dapat menjadi cerminan bagi publik agar lebih bijak dan berhati-hati sebelum menyampaikan opini di ruang digital. Hubungan personal di antara kedua belah pihak diharapkan tetap berjalan baik melalui proses evaluasi diri masing-masing.

Artikel terkait

Rekomendasi