Tekanan besar yang dihadapi para juru taktik di era sepak bola modern memicu empati antar-pelatih top dunia. Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mengaku sangat memahami keputusan Pep Guardiola untuk menyudahi masa jabatannya di Manchester City.
Ungkapan tersebut disampaikan Diego Simeone menjelang pertandingan pamungkas musim 2025/2026 kontra Villarreal. Pria asal Argentina ini menyebut periode kompetisi kali ini sebagai salah satu fase paling menguras energi sepanjang karier kepelatihannya.
Jadwal laga yang sangat rapat dipadukan dengan tuntutan performa yang konstan dinilai melahirkan beban psikologis yang masif bagi pelatih. Hal inilah yang membuat dirinya merasa satu suara dengan keluh kesah yang dialami sejawatnya tersebut, seperti dilansir dari Suara.
“Sejujurnya kemarin saya membaca sedikit apa yang dikatakan Guardiola, penjelasannya dalam konferensi pers, dan jika Anda mengganti namanya, jelas saya belum memenangkan trofi sebanyak dia, tetapi saya merasa sangat terhubung dengan cerita yang dia sampaikan dan dia jelaskan dengan sangat baik,” kata Simeone dilansir dari Tribal Football.
Simeone menambahkan bahwa ritme pertandingan yang bergulir setiap tiga hari sekali membuat jajaran pelatih kehilangan waktu istirahat yang ideal. Konsentrasi penuh dituntut secara terus-menerus demi menjaga kestabilan ruang ganti.
“Dengan konsekuensi harus terus terekspos setiap tiga hari, bersaing setiap tiga hari, terutama berbicara kepada pemain agar mereka tetap terlibat dalam permainan di luar sesi latihan, manajemen grup dan semua itu menciptakan bola salju yang tidak pernah berhenti, yang dimulai lagi dua hari setelah pertandingan terakhir,” ujarnya.
Akumulasi tekanan dari kompetisi yang panjang dinilai Simeone menjadi tantangan berat yang terus menumpuk. Meski didera kelelahan fisik dan mental, dirinya mengaku tetap puas terhadap capaian kolektif skuad Atletico Madrid.
“Ini musim yang panjang, di mana saya pikir, seperti yang sudah kami jelaskan, kami bersaing dengan sangat baik. Semoga musim depan bisa lebih baik, yang berarti sesuatu yang lebih tinggi dari apa yang kami capai musim ini,” tutup Simeone.