Binaragawan sekaligus pegiat kesehatan Indonesia, Ade Rai, menantang pihak-sungguh untuk melakukan tes doping secara terbuka. Langkah ini diambil setelah munculnya tudingan dari sejumlah pihak yang meragukan keaslian massa otot tubuhnya.
Seperti dikutip dari Medcom, pria berusia 56 tahun tersebut langsung menghubungi Deryansha Azhary selaku pemilik kanal YouTube Kasisolusi. Ade Rai menagih kelanjutan tantangan uji klinis yang sempat ia sampaikan dalam sesi wawancara di saluran tersebut.
Bukti percakapan melalui pesan singkat WhatsApp itu kemudian disebarkan oleh Dery melalui akun Instagram pribadinya. Dalam pesan tersebut, sang atlet menyatakan keyakinannya bahwa bentuk tubuhnya murni didapat tanpa bantuan zat kimia berbahaya.
"Brader Dery, apa kabar? Kabari saya ya siapa saja yang berani terima tantangan test drug-nya. Dengan senang hati saya hadir," tulis Ade Rai dalam pesan singkat tersebut.
Guna menjaga reputasi profesional yang telah ia bangun selama puluhan tahun, Ade Rai memberikan kebebasan penuh kepada pihak promotor maupun penantang untuk menentukan metode pengujian laboratorium.
"Mereka boleh pakai jenis apa saja, silahkan. Libatkan laboratorium doping DKI, lembaga anti-doping Indonesia (LADI), apapun ayu. Ditunggu ya," tuturnya.
Reaksi keras dari peraih juara Defending Champion International World Superbody Championship ini muncul untuk menjawab keraguan dari warganet serta sesama praktisi olahraga. Salah satu kritik datang dari influencer kebugaran, Canggih Fitra, yang mempertanyakan konsistensi massa otot besar di usia kepala lima.
Perdebatan ini semakin meluas setelah Dery selaku pemandu acara di podcast Kasisolusi membacakan komentar negatif dari netizen yang memicu respons langsung dari sang binaragawan.
"Badan lo gak akan bisa sebesar Ade Rai kalau lo gak pake steroid, apalagi umur lo 40+," ujar Dery mengutip komentar julid tersebut .
Karena menilai spekulasi tersebut sudah mengarah pada upaya pembunuhan karakter, Ade Rai memilih pembuktian berbasis ilmiah. Sementara itu, Dery menegaskan posisinya hanya bertindak sebagai penyalur informasi yang netral antara sang atlet dan masyarakat umum.
"Karena ditanyain sama beliau, saya hanya menyampaikan amanah," tulis Dery dalam keterangan unggahannya.