Divock Origi Pensiun dari Sepak Bola Profesional pada Usia 31 Tahun

Divock Origi Pensiun dari Sepak Bola Profesional pada Usia 31 Tahun

Mantan penyerang Liverpool dan AC Milan, Divock Origi, resmi mengumumkan keputusan untuk pensiun dari dunia sepak bola profesional pada usia 31 tahun pada Senin, 8 Juni 2026. Pemain asal Belgia tersebut menyuarakan keputusannya melalui akun media sosial pribadi serta sebuah tulisan di media daring.

Keputusan pensiun ini diambil setelah Origi tidak terikat dengan klub mana pun sejak Desember tahun lalu usai memutus kontrak dengan AC Milan lebih awal. Melalui tulisan di The Players' Tribune, Origi merefleksikan seluruh pencapaian kariernya yang dianggap telah memenuhi impian masa kecil.

"Sebagai pemain, saya telah mencapai tujuan saya dalam olahraga ini," tulis Origi.

Mantan striker tim nasional Belgia itu menambahkan bahwa dirinya merasa bersyukur karena telah mendapat kesempatan bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

"Saya telah mewujudkan impian masa kecil saya dengan bermain di panggung terbesar dan memenangkan trofi-trofi paling bergengsi." ia menambahkan.

Melalui unggahan di media sosial, pemain kelahiran Ostend tersebut juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mengiringi perjalanannya selama berkarier di lapangan hijau.

"Tujuan saya dalam permainan sebagai pemain telah terpenuhi. Saya telah mewujudkan mimpi masa kecil saya untuk bermain di panggung terbesar dan memenangkan trofi terbesar. Saya bersyukur kepada Tuhan atas semua itu," tulis Origi.

Pernyataan tersebut diikuti dengan ucapan terima kasih yang ditujukan kepada para suporter, jajaran klub, rekan setim, hingga lingkaran keluarga terdekatnya.

"To all my fans, the clubs, my teammates and my family: this will forever be ours. Thank you. The mission is complete." tulis Origi lewat akun media sosialnya.

Origi menegaskan bahwa berakhirnya karier sebagai pesepak bola profesional menjadi penanda awal bagi dirinya untuk memulai petualangan baru di bidang lain.

"Tujuan saya di dunia sepak bola telah terpenuhi. Saya telah menjalani mimpi masa kecil saya, bermain di panggung terbesar, dan memenangkan trofi-trofi terbesar. Saya bersyukur kepada Tuhan atas semua itu," tulis Origi dalam pernyataan tertulisnya.

Ia menyampaikan salam perpisahan terakhir dengan menegaskan bahwa seluruh proses panggilannya dalam olahraga sepak bola telah selesai dengan paripurna.

"Untuk semua penggemar, klub, rekan setim, dan keluarga saya, semua ini akan selalu menjadi milik kita bersama. Terima kasih. Misi saya telah selesai. Kini saya melangkah menuju panggilan hidup berikutnya." tulis Origi.

Origi memungkasi tulisan emosionalnya dengan menyatakan bahwa keputusannya diambil tanpa menyisakan penyesalan atas segala dinamika karier yang telah dilewatinya.

"Ketika Anda dapat menatap kembali semua yang telah Anda raih tanpa penyesalan, Anda tahu bahwa inilah saatnya untuk mengucapkan selamat goodbye," pungkas Origi.

Berdasarkan data statistik yang dihimpun dari media Antara dan Media Indonesia, Origi menutup karier profesional dengan total 358 penampilan dan koleksi 67 gol di level klub senior. Kariernya membentang di beberapa klub papan atas Eropa seperti Lille, Liverpool, VfL Wolfsburg, AC Milan, hingga Nottingham Forest, ditambah 32 penampilan dan 3 gol bersama tim nasional Belgia.

Masa bakti paling sukses bagi Origi terjadi ketika berseragam Liverpool sejak bergabung pada 2014, di mana ia mencatatkan 175 pertandingan dan 41 gol. Meski kerap masuk sebagai pemain pengganti, Origi dikenal oleh pendukung The Reds sebagai pencetak gol krusial, termasuk dua gol saat melibas Barcelona 4-0 di semifinal dan satu gol di final Liga Champions 2018/19 melawan Tottenham Hotspur.

Statistik Karier Divock Origi
KategoriCatatan
Penampilan Klub358
Gol Klub67
Caps Timnas Belgia32
Gelar UtamaLiga Champions, Liga Primer Inggris, Piala Dunia Antarklub

Setelah gantung sepatu, Origi dilaporkan akan mengalihkan fokus kegiatannya ke luar lapangan hijau untuk mendalami industri mode, aktivitas kewirausahaan, serta mengelola agensi pemain sepak bola miliknya sendiri.

Artikel terkait

Rekomendasi