Grup musik d'Masiv membantah rumor pembubaran band dengan meluncurkan logo pesawat kertas baru serta singel anyar berjudul "On Our Own" di Halte Transjakarta Tosari, Thamrin, Jakarta Pusat, sebagai penanda dimulainya era baru mereka sebagai musisi independen.
Langkah pembersihan seluruh konten di media sosial d'Masiv sempat memicu spekulasi dari warganet, namun hal tersebut dilakukan sebagai strategi untuk menyambut fase bermusik yang baru, seperti dilansir dari Medcom.
Vokalis d'Masiv, Rian Ekky Pradipta, memberikan penjelasan mengenai respons publik terhadap hilangnya unggahan di akun media sosial mereka sebelum pengumuman resmi ini dibuat.
"Kan hapus postingan Instagram, terus banyak yang ngeberitain katanya, 'Wah, ini mau bubar kali ya band ini ya?' Selalu kayak gitu gosipnya. Terus akhirnya kita pelan-pelan teaser-nya satu-satu kita keluarin," kata Rian Ekky Pradipta.
Peluncuran logo baru berupa pesawat kertas pada bagian apostrof nama d'Masiv tersebut dipilih untuk merepresentasikan harapan serta perjalanan panjang band yang telah berdiri hampir dua dekade ini.
"Jadi namanya pesawat kertas ya. Ini cukup panjang, cukup panjang kita akhirnya bisa membuat atau menentukan ikon atau logo yang baru. Karena buat kita logo itu juga menjadi doa, menjadi satu karakter yang memang bisa mencerminkan sebuah band," jelas Rian.
Simbol pesawat kertas tersebut dinilai memiliki filosofi kesederhanaan yang mampu membawa impian d'Masiv bergerak dinamis ke berbagai tempat.
"Akhirnya kita menentukan bahwa ada satu ikon, satu simbol di logo d'Masiv, yaitu di bagian apostrof-nya itu diubah menjadi paper plane atau pesawat kertas. Kenapa pesawat kertas? Karena buat kita pesawat kertas itu adalah satu hal yang sederhana, yang bisa kita terbangkan ke mana pun," lanjut Rian.
Selain mengenalkan identitas visual baru, d'Masiv menyatakan telah resmi keluar dari label rekaman Musica Studio untuk mendirikan label mandiri demi menggarap proyek musik internasional.
"Kita sudah sampaikan juga bahwa kita sekarang sudah independen setelah hampir 20 tahun kita bersama dengan record label yang sebelumnya. Jadi kita punya record label sendiri, terus kita semuanya kerjakan sendiri juga. Nah ini kita mencoba memberanikan diri untuk membuat lagu Bahasa Inggris dan plannya nanti satu album Bahasa Inggris," papar Rian.
Melalui lagu berbahasa Inggris yang berkolaborasi dengan musisi Amerika Serikat tersebut, d'Masiv menargetkan perluasan basis pendengar hingga ke pasar global layaknya band legendaris dunia.
"Kita pengen kasih tahu ke orang-orang setiap manusia punya mimpi. Dan kita boleh bermimpi sejauh-jauhnya atau setinggi-tingginya. Meski kita berawal dari gang kecil, tapi kita ingin karya kita didengar oleh semua orang di dunia," tutup Rian.