Film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita kini tengah menjadi perhatian publik. Sinema edukatif ini mengangkat isu krusial mengenai penggundulan hutan skala besar di wilayah Papua Selatan, meliputi Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.
Karya sinematik investigatif ini merekam resistensi komunitas lokal dari suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu. Ruang hidup dan tanah ulayat mereka kini menghadapi ancaman ekspansi perkebunan komersial, program ketahanan pangan, hingga proyek energi terbarukan berupa bioetanol dan biodiesel.
Gelombang atensi masyarakat terhadap tayangan ini dipicu oleh muatan isinya yang dinilai berani. Bahkan, beberapa agenda pemutaran di sejumlah daerah sempat mendapatkan tindakan pembubaran oleh aparat keamanan, seperti dilansir dari Suara.
Koalisi produser yang terdiri dari Ekspedisi Indonesia Baru, Watchdoc, Jubi Media, bersama sejumlah mitra membuka akses legal bagi publik. Masyarakat dapat menyelenggarakan pemutaran film secara gratis melalui sistem nonton bareng resmi.
Langkah penayangan khusus sengaja diambil demi menjaga esensi ruang diskusi dan memitigasi risiko penggandaan tanpa izin. Pihak penyelenggara tidak mengunggah sinema ini pada platform penyiaran digital arus utama.
Masyarakat yang berminat menjadi fasilitator pemutaran diwajibkan mendaftarkan ruang komunitas lewat tautan bit.ly/musimnobar_pestababi. Penyelenggara mensyaratkan data penanggung jawab, lokasi spesifik seperti rumah atau kampus, serta jumlah penonton minimal 10 orang.
Sesi konfirmasi akan diikuti dengan pengiriman tautan pemutaran resmi setelah pengajuan dinyatakan valid. Setiap kelompok nobar juga diimbau mengunggah aktivitas mereka ke jejaring sosial untuk memperluas diskursus publik.
Sisi Lain Narasi Pembangunan Strategis Nasional
Judul sinema ini mengambil inspirasi dari tradisi perayaan kultural masyarakat adat Papua yang bernilai sakral. Namun, sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale menggunakannya sebagai personifikasi atas eksploitasi alam yang menempatkan warga lokal sebagai korban.
Dokumenter ini secara tajam membongkar dampak riil Proyek Strategis Nasional terhadap ekosistem lokal. Kebijakan pangan dan energi tersebut memicu kerusakan hutan, pencemaran sumber air, penyusutan pangan lokal, hingga pelibatan kekuatan militer dalam pengamanan kawasan.
Kesaksian dari komunitas terdampak memperlihatkan bahwa banyak penolakan lahir karena tidak adanya persetujuan atas dasar informasi tanpa paksaan dari pemilik hak wilayah. Pesta Babi mengundang refleksi kolektif terkait pentingnya keadilan lingkungan yang menghormati hak asasi manusia.
Pihak produser turut mengingatkan publik untuk mewaspadai peredaran tautan ilegal di internet. Penonton diharapkan hanya mengakses platform resmi guna menghindari risiko serangan siber pada perangkat digital sekaligus menghargai hak cipta karya jurnalisme ini.