Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan pertemuan dengan aktor senior Jon Voight di Gedung Putih pada 11 Februari 2026 untuk membahas pemberian insentif pajak federal bagi industri film dan televisi, sebagaimana dilansir dari Sosok.
Pertemuan yang baru diungkap oleh perwakilan Voight pada Senin (18/5) ini menjadi bagian dari strategi mempertahankan produksi domestik. Trump sebelumnya telah menunjuk Voight sebagai duta khusus Hollywood pada Januari 2025 bersama Sylvester Stallone dan Mel Gibson.
Langkah penasihatan ini diambil menyusul penurunan aktivitas produksi film dan televisi di Amerika Serikat sebesar 10 persen pada kuartal pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu. Data riset ProdPro menunjukkan Negeri Paman Sam kini hanya menguasai 38 persen produksi global.
Guna mengatasi perpindahan produksi ke luar negeri, CEO SP Media Group Steven Paul dan Presiden SP Media Scott Karol mengusulkan kredit pajak federal sebesar 20 persen untuk biaya tenaga kerja. Tambahan insentif 5 persen juga diusulkan bagi film independen atau produksi di kawasan ekonomi tertentu.
Upaya ini didukung oleh berbagai organisasi besar seperti Motion Picture Association, serikat sutradara, hingga serikat pekerja aktor dan penulis. Di tingkat daerah, pemerintah California telah meningkatkan anggaran insentif film menjadi US$750 juta per tahun sejak Juni 2025.
Kebijakan tersebut berdampak positif dengan naiknya jumlah hari syuting di Los Angeles sebesar hampir 11 persen pada kuartal pertama tahun ini berdasarkan data FilmLA. Pelaku industri menilai pendekatan insentif pajak ini jauh lebih efektif dibandingkan gagasan penerapan tarif 100 persen untuk film buatan luar negeri yang sempat dilontarkan Trump pada September 2025.