Donald Trump Usulkan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Donald Trump Usulkan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang diwarnai ketegangan diplomatik. Dilansir dari Bola, tensi politik antara Amerika Serikat dan Iran turut berimbas pada turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik tajam atas keikutsertaan Iran dalam kompetisi yang diikuti oleh 48 negara ini. Sebagai langkah provokatif, Trump mengusulkan agar posisi Iran digantikan oleh timnas Italia yang sebelumnya gagal melaju ke putaran final.

Timnas Italia dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti 1-4 (1-1) dari Bosnia-Herzegovina pada final play-off zona Eropa. Kegagalan ini menandai sejarah kelam bagi Gli Azzurri yang harus absen di ajang dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Komentar Trump tersebut didasari oleh keraguannya terhadap aspek keamanan jika skuad asuhan Masoud Pezeshkian tersebut bertanding di tanah Amerika. Selain itu, kebijakan luar negeri "America First" juga memicu ketidakpastian bagi para penggemar dari berbagai belahan dunia.

Pemerintahan Trump dilaporkan membatasi masuknya warga negara dari 19 negara berbeda. Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden FIFA Gianni Infantino yang sebelumnya menjanjikan bahwa dunia dipersilakan hadir di Amerika Serikat.

"Kami akan menjual antara enam hingga tujuh juta tiket untuk pertandingan," kata Gianni Infantino. Ia menambahkan bahwa diperkirakan sekitar lima hingga sepuluh juta orang akan datang untuk menikmati turnamen yang diklaim akan menjadi edisi paling inklusif tersebut.

Namun, realita di lapangan menunjukkan hambatan besar bagi pendukung dari beberapa negara. Mulai 2 April 2026, AS memberlakukan program jaminan visa ketat bagi pengunjung dari lebih 50 negara guna menekan pelanggaran masa tinggal.

Kebijakan ini membuat pendukung dari negara seperti Senegal dan Pantai Gading kesulitan mendapatkan visa. Bahkan, penggemar dari Iran dan Haiti terancam tidak bisa memasuki wilayah Amerika Serikat sama sekali akibat aturan tersebut.

Warga dari Aljazair, Tunisia, hingga negara debutan Tanjung Verde juga dibebani keharusan membayar jaminan hingga $15.000 atau sekitar £11.000 melalui Program Percontohan Visa Bond. Kebijakan ini dianggap semakin mempersulit akses bagi suporter internasional.

Selain masalah visa, Trump juga mengancam akan memindahkan lokasi pertandingan dari kota-kota yang dianggapnya tidak aman. Salah satu kota yang menjadi sorotan adalah Boston, yang merupakan satu dari 11 kota penyelenggara di Amerika Serikat.

Ancaman pemindahan lokasi ini muncul setelah Trump merespons pertanyaan wartawan terkait Walikota Boston Michelle Wu. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah pertemuan resmi dengan presiden Argentina di Ruang Oval baru-baru ini.

Indonesia sendiri dipastikan tidak berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia 2026. Langkah Skuad Garuda terhenti pada Oktober 2025 setelah mengalami kekalahan dari Arab Saudi dengan skor 2-3 dan menyerah 0-1 saat menghadapi Irak di putaran keempat kualifikasi zona Asia.

Artikel terkait

Rekomendasi