Bek muda Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas, menyatakan ketertarikannya untuk melanjutkan karier di luar negeri. Keinginan ini muncul setelah sang pemain tampil gemilang sepanjang musim kompetisi Super League 2025/2026.
Seperti dilansir dari Suara, performa konsisten Dony Tri bersama skuad Macan Kemayoran membuatnya menjadi salah satu pemain muda yang paling bersinar musim ini. Pemain asal Boyolali tersebut juga sukses menarik perhatian pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman.
Pelatih John Herdman langsung memberikan kepercayaan besar dengan mempromosikan pemain berusia 21 tahun itu ke Timnas Indonesia senior. Dony Tri kemudian mencatatkan debut impresifnya saat skuad Garuda menghadapi Saint Kitts and Nevis pada Maret 2026 lalu.
Dalam pertandingan tersebut, Dony Tri dipercaya tampil sebagai starter di posisi kiri pertahanan. Ia bermain penuh sepanjang laga dan menunjukkan performa yang matang di lapangan.
Catatan apik di level klub dan tim nasional membuat banyak pihak berharap Dony Tri segera meniti karier di luar negeri. Belakangan, nama pemain kelahiran 2005 ini mulai dikaitkan dengan klub raksasa asal Polandia, Legia Warszawa.
Dony Tri sendiri masih terikat kontrak resmi bersama Persija Jakarta hingga Juni 2028. Kendati demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk mengambil tantangan baru di luar negeri jika kesempatan itu terbuka.
"Jujur saya sendiri belum tahu. Ya, kalau ada rezekinya mungkin saya bakal ke sana," kata Dony kepada awak media.
Ketika dimintai keterangan mengenai rumor transfer ke Legia Warszawa, Dony Tri mengaku belum mendapatkan pembaruan informasi mengenai ketertarikan klub Polandia tersebut.
"Belum ada informasi lagi," jelas Dony Tri.
Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik
Terlepas dari spekulasi masa depannya, kontribusi Dony Tri untuk Persija Jakarta sepanjang musim ini tetap mendapatkan apresiasi tinggi. Kerja kerasnya di lapangan berbuah penghargaan individu yang prestisius.
Dony Tri sukses menyabet gelar sebagai Pemain Muda Terbaik Super League 2025/2026. Meski mendapatkan penghargaan tersebut, ia memilih untuk tetap rendah hati dan mendedikasikan trofi itu kepada rekan-rekan setimnya.
"Alhamdulillah saya sangat bersyukur, tidak pernah menyangka ada di titik ini," ujar Dony Tri.
"Ini juga berkat kerja keras semua yang ada di tim. Tanpa mereka, mungkin saya tidak akan mendapat gelar ini," kata Dony Tri.