Ketajaman lini depan AS Roma kian terbukti lewat performa impresif Donyell Malen pada paruh kedua musim lalu. Penyerang berkebangsaan Belanda tersebut memiliki keyakinan besar mampu merebut predikat Capocannoniere atau pencetak gol terbanyak Liga Italia, andai ia merumput di kompetisi tersebut sejak awal musim.
Seperti dilansir dari Detik Sport, Donyell Malen mendarat di ibu kota Italia pada bursa transfer Januari sebagai pemain pinjaman dari Aston Villa. Bersama Giallorossi, ia langsung menunjukkan taji dengan mengemas 14 gol dari total 18 laga yang dilakoni di pentas Serie A.
Kontribusi masif sang striker sukses mengantarkan AS Roma mengunci peringkat ketiga di klasemen akhir Liga Italia. Hasil tersebut sekaligus memastikan satu tiket lolos ke kualifikasi Liga Champions untuk musim depan, yang mendorong manajemen klub mempermanenkan statusnya.
Walau hanya mencicipi 18 pertandingan di Serie A 2025/2026, Donyell Malen berhasil menduduki peringkat kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak. Catatan golnya hanya terpaut tiga angka dari penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, yang berhak atas gelar Capocannoniere.
"Kalau saya gabung di awal musim, saya kira saya bisa meraih mahkota Capocannoniere," ujar Malen seperti dilansir Football Italia.
"Bagaimanapun, Anda tidak pernah tahu dalam sepakbola, saya gabung pada Januari dan mencoba memberikan segalanya untuk Roma."
"Kalau saya harus menjelaskan start luar biasa saya, saya kira tidak ada rahasia taktik secara khusus. Sepakbola tercipta dari momen, selama bertahun-tahun saya bekerja keras tanpa ennti, jadi ketika kesempatan itu datang, saya memastikan kalau saya siap," kata Malen menambahkan.