Anggota DPR Amerika Serikat Sydney Kamlager-Dove mendesak Presiden FIFA Gianni Infantino datang ke Kongres guna menjelaskan sistem harga tiket dinamis Piala Dunia 2026 yang dinilai eksploitatif menjelang pembukaan turnamen pada 12 Juni 2026.
Langkah politik dari politisi Partai Demokrat tersebut diambil menyusul lonjakan harga tiket yang sangat tinggi serta adanya investigasi resmi terkait distribusi tiket. Dilansir dari Suara, jaksa agung dari negara bagian New York dan New Jersey kini tengah menyelidiki dugaan manipulasi kelangkaan tiket yang sengaja dilakukan untuk mengerek harga di pasaran.
Kamlager-Dove, yang mewakili wilayah tuan rumah Los Angeles, menyatakan bahwa sebanyak 69 anggota DPR sebenarnya telah mengirimkan surat resmi kepada FIFA sejak Maret 2026, namun badan sepak bola dunia tersebut belum memberikan respons yang memadai.
"Ini soal akses publik dan menghentikan eksploitasi terhadap penggemar," ujar Kamlager-Dove.
Ia menambahkan bahwa fokus utama dari penyelenggaraan turnamen akbar ini seharusnya berpusat pada pengalaman para suporter, bukan demi mengakomodasi kepentingan elite organisasi semata.
"Infantino harus datang dan menjawab langsung pertanyaan ini," kata Kamlager-Dove.
Selain mengkritik FIFA, Kamlager-Dove juga meminta Presiden AS Donald Trump untuk turun tangan mengintervensi permasalahan ini demi melindungi kepentingan masyarakat. Lonjakan harga tiket Piala Dunia 2026 tercatat sangat signifikan, di mana laga pembuka antara Inggris melawan Kroasia pada 17 Juni di AT&T Stadium dijual mulai dari Rp3,9 juta hingga Rp10,7 juta, sedangkan tiket babak final pada 19 Juli menembus angka Rp37,5 juta atau naik hampir empat kali lipat dari final edisi 2022.