Rapper asal Toronto, Drake, memicu spekulasi publik setelah menampilkan visual pembakaran fasilitas yang menyerupai peternakan bot atau bot farm dalam siaran langsung Iceman episode keempat pada Jumat, 15 Mei 2026. Aksi tersebut dilakukan di tengah promosi trilogi album terbarunya sekaligus memanaskan kembali rumor perseteruan dengan Kendrick Lamar.
Visual yang menunjukkan Drake menyiramkan bensin ke deretan perangkat elektronik tersebut dianggap sebagai respons terhadap tuduhan manipulasi data streaming yang sempat mewarnai konflik antar musisi tersebut. Penggunaan bot farm merupakan praktik ilegal untuk meningkatkan angka keterlibatan di media sosial atau jumlah pemutaran lagu secara artifisial.
Peluncuran konten visual ini dibarengi dengan lirik lagu yang secara langsung mempertanyakan rekam jejak kesuksesan rivalnya di industri musik rap.
"What was the year you said you had slaps, cause I don't remember it going like that, I don't remember one word of your raps," ujar Drake, Rapper.
Potongan lirik tersebut muncul dalam salah satu adegan di episode ICEMAN yang memperlihatkan ketegangan artistik sang rapper. Hingga saat ini, baik pihak Drake maupun Kendrick Lamar belum memberikan konfirmasi resmi terkait tuduhan penggunaan bot yang sempat menjadi bahan perdebatan hangat di kalangan penggemar hip-hop.
Meskipun demikian, aksi Drake mendapatkan perhatian dari tokoh industri musik lainnya mengenai fokus kembalinya sang rapper ke dunia rekaman.
"I’m sure he’s back focused," kata Rick Ross, Rapper dan Pengusaha.
Komentar tersebut muncul setelah munculnya pernyataan bahwa tidak ada pihak yang merasa khawatir dengan keputusan Drake untuk merilis materi baru secara masif. Di sisi lain, beberapa pengamat media mencurigai adanya sindiran tersembunyi yang ditujukan kepada artis lain seperti DJ Khaled dan ASAP Rocky dalam proyek ini.
"Charlamagne claimed that's what he heard," lapor Complex mengenai pernyataan Charlamagne Tha God.
Penyiar radio tersebut memperingatkan bahwa beberapa nama besar mungkin menjadi sasaran sindiran dalam konten terbaru Drake. Selain aspek perseteruan, produser nominasi Grammy turut memberikan apresiasi terhadap strategi distribusi Drake yang memanfaatkan platform streaming secara intensif dalam kampanye album Iceman.