Artswara Hadirkan Kembali Drama Musikal MAR di Ciputra Artpreneur

Artswara Hadirkan Kembali Drama Musikal MAR di Ciputra Artpreneur

Rumah produksi Artswara kembali menyelenggarakan pementasan drama musikal MAR yang mengadaptasi karya komposer legendaris Ismail Marzuki di Ciputra Artpreneur Theatre mulai 15 hingga 17 Mei 2026. Pertunjukan ini merupakan produksi ke-13 ArtSwara yang sebelumnya sempat sukses digelar pada Februari 2025 lalu.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, produksi tahun ini menghadirkan aransemen musik kekinian di bawah arahan Dian HP selaku direktur musik. Pementasan ini dirancang lebih megah dibandingkan tahun sebelumnya dengan berbagai pembaruan pada elemen teknis panggung dan improvisasi pemeran.

Executive Produser MAR, Maera Panigoro, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada set panggung untuk memberikan penyegaran bagi penonton. Unsur komedi juga ditonjolkan melalui karakter tertentu guna mencairkan suasana di tengah narasi sejarah.

"Set berbeda dari tahun lalu, adegan ada sedikit yang diubah tapi gak banyak perubahan. Di bagian Ambu, ada banyak improvisasi yang dibiarkan jadi ice breaker. Jadi ya ada yang keluar dari skrip pas di bagian Ambu," ucap Maera Panigoro, Executive Produser MAR.

Maera menambahkan bahwa latar waktu pertunjukan ini mengambil fragmen sejarah Indonesia pasca kemerdekaan antara tahun 1946 hingga 1949. Alur cerita menggabungkan dinamika gejolak sosial masyarakat dengan kisah romansa antara tokoh Marzuki dan Aryati.

"Mudah-mudahan dengan nonton musikal MAR, bisa tahu peristiwa Bandung Lautan Api," tegas Maera Panigoro, Executive Produser MAR.

Pihak penyelenggara mencatat antusiasme publik yang sangat tinggi terhadap pementasan ulang ini. Berdasarkan data penjualan, tiket untuk teater berkapasitas 1.200 kursi tersebut sudah hampir habis terjual menjelang hari pertunjukan.

"Alhamdulillah animo dari tahun lalu, dan juga strategi marketing tahun ini. Jumlah penonton lumayan banyak," ucap Maera Panigoro, Executive Produser MAR.

Tingginya minat penonton juga didorong oleh tren panggung musikal gaya Broadway yang sedang populer di tanah air. Maera berharap karya ini dapat menjangkau pendengar dari kalangan generasi muda agar lebih akrab dengan warisan musik nasional.

"Mudah-mudahan anak-anak generasi muda kita juga suka dengan musikal MAR," kata Maera Panigoro, Executive Produser MAR.

Aktor Gabriel Harvianto dipercaya memerankan tokoh utama bernama Mar, bersanding dengan Galabby Thahira sebagai Aryati. Gabriel menyebutkan bahwa transisi teknis dari panggung datar menjadi sistem roteter atau panggung putar menjadi tantangan fisik terbesar bagi para pemain.

"Pergantian set panggung yang dahulu flat jadi roteter (panggung memutar), pastinya banyak penyesuaian dari sutradara dan koreografer. Blocking juga pasti ya, menantang buat kami untuk mengolah lagi, apa yang dulu belum kami lakukan. Supaya lebih tersampaikan lagi cerita," ungkap Gabriel Harvianto, Pemeran Mar.

Selain faktor teknis, misi edukasi lagu-lagu Ismail Marzuki yang belum populer menjadi fokus utama para pemain. Hal ini bertujuan agar generasi Z dapat mengapresiasi kekayaan literasi musik Indonesia melalui pendekatan seni peran.

"Tahun lalu, gak banyak anak muda yang tahu karya-karya lagu dari Ismail Marzuki tapi dengan balutan cerita musikal, akhirnya generasi muda tahu. Gak nyangka, dan tahun ini masih sama harapan dan tugasnya agar anak-anak muda lebih kenal lagi," ujar Gabriel Harvianto, Pemeran Mar.

Lebih dari 40 lagu karya Ismail Marzuki akan dibawakan dalam durasi pementasan tiga hari tersebut. Narasi yang dibangun oleh penulis skenario Titien Watimena ini juga melibatkan sederet nama besar seperti Tanta Ginting dan Sita Nursanti.

"Kami harapkan lebih mencintai lagi sejarah Indonesia. Kemerdekaan tidak didapatkan secara gratis," tukas Gabriel Harvianto, Pemeran Mar.

Artikel terkait

Rekomendasi