Dua Kiper Timnas Indonesia Alami Degradasi Bersama Klub

Dua Kiper Timnas Indonesia Alami Degradasi Bersama Klub

Dua penjaga gawang Timnas Indonesia, Muhammad Riyandi dan Emil Audero Mulyadi, harus menerima kenyataan pahit setelah klub mereka dipastikan mengalami degradasi. Situasi ini terjadi tepat sebelum kedua pemain memenuhi panggilan pemusatan latihan bersama skuad nasional.

Seperti dikutip dari Suara, Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman saat ini tengah mengagendakan dua program pemusatan latihan yang berbeda. Agenda tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi turnamen internasional mendatang.

Pemusatan latihan pertama dikhususkan untuk skuad bayangan yang dipersiapkan menyongsong turnamen Piala AFF 2026. Skuad ini hanya dihuni oleh 23 pemain lokal yang berasal dari kompetisi domestik, Super League.

Setelah agenda tersebut selesai, Herdman baru akan mengumpulkan kekuatan penuh skuad utama. Mereka dipersiapkan untuk melakoni dua pertandingan persahabatan pada FIFA Matchday yang dijadwalkan pada bulan Juni mendatang.

PSSI sendiri telah merilis daftar skuad sementara yang berisi 44 nama pemain. Jumlah tersebut nantinya akan dipangkas kembali menjelang pertandingan dimulai.

Dari 44 nama dalam daftar provisional tersebut, tercatat ada tiga pemain yang harus turun kasta bersama klubnya pada musim ini. Dua di antara pemain yang mengalami nasib kurang beruntung tersebut berposisi sebagai penjaga gawang.

Kiper pertama yang mengalami degradasi adalah Muhammad Riyandi. Pemain berusia 26 tahun tersebut harus merelakan klubnya, Persis Solo, terdegradasi dari kompetisi kasta tertinggi Super League.

Sepanjang musim ini, Riyandi tampil kurang maksimal dengan hanya mengemas 23 penampilan. Posisi utamanya di klub sempat tergusur oleh penjaga gawang asing, Vukasin Vranes.

Kendati demikian, Herdman diproyeksikan tetap akan mengandalkan Riyandi dalam skuad. Ia dipersiapkan menjadi pelapis Nadeo Argawinata di ajang Piala AFF mendatang.

Situasi Emil Audero Bersama Cremonese

Nasib serupa juga menimpa Emil Audero Mulyadi yang berkarier di luar negeri. Kiper kelahiran Mataram tersebut harus merelakan klubnya, Cremonese, terdegradasi dari kompetisi kasta tertinggi Liga Italia, Serie A.

Cremonese dipastikan turun kasta setelah finis di peringkat ke-18 klasemen akhir. Klub tersebut hanya mampu mengumpulkan 34 poin dari total 38 pertandingan yang dijalani.

Meskipun timnya terdegradasi, Emil sebenarnya telah berjuang mati-matian di bawah mistar gawang. Ia sukses mencatatkan 11 laga tanpa kebobolan dari 34 penampilan resmi.

Menariknya, Emil dipastikan tidak akan menemani Cremonese bertanding di Serie B pada musim depan. Masa peminjamannya di Cremonese telah resmi berakhir, sehingga ia harus kembali ke klub pemilik sah jasanya, yakni Como 1907.

Di saat Emil berjuang keras meloloskan Cremonese, Como 1907 asuhan Cesc Fabregas justru mencetak sejarah besar. Klub tersebut finis di peringkat empat besar Serie A sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions.

Sebelum fokus menatap masa depannya di level klub, Emil akan terlebih dahulu memfokuskan dirinya untuk membela Timnas Indonesia. Ia bersiap untuk laga uji coba kontra Oman dan Mozambik, serta bersaing ketat memperebutkan posisi utama dengan Maarten Paes.

Artikel terkait

Rekomendasi