Penyalur Ungkap Dugaan Penganiayaan ART oleh Mantan Istri Andre Taulany

Penyalur Ungkap Dugaan Penganiayaan ART oleh Mantan Istri Andre Taulany

Seorang penyalur asisten rumah tangga (ART) bernama Nia Damanik memberikan kesaksian terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Erin, mantan istri komedian Andre Taulany, terhadap seorang pekerja bernama Hera. Kejadian tersebut dilaporkan turut disaksikan oleh putra kedua Andre, Kenzy Taulany, di kediaman mereka.

Nia Damanik menjelaskan bahwa tindakan intimidasi dan kekerasan verbal dialami oleh Hera hampir setiap hari selama bekerja di rumah tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima Nia, korban awalnya mencoba bertahan meski mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari majikannya.

"Katanya setiap hari kepalanya diginikan (didorong). Dimaki lah, dikata-kata kasar. Kata Hera 'Ya udah sabarin aja mungkin ibunya lagi kesel,'" cerita Nia.

Kekerasan tersebut dilaporkan meningkat hingga terjadi kontak fisik yang memicu keberanian korban untuk melawan. Dilansir dari Suara, situasi memanas ketika Erin diduga mulai melakukan kekerasan fisik terhadap Hera hingga berujung pada penyitaan barang pribadi milik pekerja tersebut.

"Karena berhubung main tangan, makanya dia laporan. Karena dia laporan, HP-nya dibanting katanya. Terus gajinya ditahan," beber Nia.

Dalam pengakuannya, Nia menyebut bahwa Kenzy Taulany berada di lokasi saat insiden berlangsung dan melihat langsung perlakuan ibunya terhadap ART tersebut. Hal ini membuat sang anak merasa ketakutan dan mencoba mencari bantuan dari sang ayah.

"Ada anaknya juga di situ, si Kenzy. Jadi lihat kan. Kemarin diperlakukan seperti itu si Kenzy-nya tau," imbuhnya.

Menyaksikan kejadian itu, Kenzy dilaporkan segera menghubungi Andre Taulany melalui sambungan telepon. Namun, Andre disebut tidak memberikan intervensi langsung dalam perselisihan yang terjadi di rumah tersebut.

"Dia (Kenzy) langsung telepon Ko Andre-nya. Dia nelpon papanya karena dia sama mamanya takut," kata Nia.

Selain kekerasan fisik dan verbal, Nia juga mengungkap adanya ancaman menggunakan senjata tajam yang diterima oleh Hera. Dugaan ancaman ini menjadi kekhawatiran utama bagi pihak penyalur terkait keselamatan nyawa asisten rumah tangga tersebut.

"Saya kepikirannya dia kenapa-napa memang, kenyataannya dia diancam pakai pisau dapur," tutup Nia.

Bukti pendukung terkait kondisi di dalam rumah tersebut muncul melalui dua lembar surat tulisan tangan yang diduga ditulis oleh Hera. Dalam surat yang ditayangkan secara eksklusif oleh Cumicumi, korban mengungkapkan rasa takut dan permohonan bantuan karena tidak bisa berkomunikasi secara bebas.

"Bapak/ibu, tolong siapa pun. Tolong saya. Bantu saya keluar dari rumah ini. Saya takut. Saya kerja di sini nggak tenang. Tiap hari dicaci maki. HP saya ditahan," tulisnya.

Hera menjelaskan dalam suratnya bahwa penyitaan ponsel membuatnya tidak berdaya untuk menghubungi pihak luar. Ia menyatakan kekhawatiran mendalam akan mengalami nasib serupa dengan rekan kerjanya yang lain.

"Saya nggak bisa minta bantuan lewat HP karena HP saya disita. Saya takut dipukulin seperti teman saya," lanjutnya.

Artikel terkait

Rekomendasi