Dylan Harper Catat Sejarah di Playoff NBA Bersama San Antonio Spurs

Dylan Harper Catat Sejarah di Playoff NBA Bersama San Antonio Spurs

Penampilan gemilang diperlihatkan oleh guard San Antonio Spurs Dylan Harper yang sukses mencetak efisiensi tembakan historis selama fase playoff NBA hingga Minggu, 17 Mei 2026.

Lonjakan performa pilihan nomor dua dalam draf tersebut menjadi bukti nyata dari proses pengembangan pemain tingkat tinggi yang dilakukan oleh San Antonio Spurs.

Dilansir dari ca.sports.yahoo.com, Harper menorehkan rata-rata 13,7 poin per pertandingan dengan efisiensi tembakan true shooting mencapai 66 persen dalam 11 laga pascamusim reguler.

Akurasi tembakan dua angka milik Harper kini menjadi yang tertinggi bagi seorang guard dalam sejarah playoff NBA setelah menyentuh angka 62,7 persen.

Statistik dari ca.sports.yahoo.com juga menunjukkan adanya transformasi besar pada akurasi tembakan tiga angka Harper dalam 79 pertandingan pertamanya di kompetisi NBA.

Akurasi tembakan jarak jauh Harper melonjak drastis menjadi 45,4 persen dari 97 percobaan pada 39 laga terakhir, setelah sebelumnya hanya mencatat 24,5 persen dari 102 percobaan pada 40 laga awal.

Kehadiran Harper melengkapi barisan rotasi utama San Antonio Spurs yang sebelumnya sudah diperkuat oleh talenta berbakat seperti Victor Wembanyama dan De'Aaron Fox.

Sumbangan besar dari para pemain muda ini membuat San Antonio Spurs kini sedang melangkah menuju pencapaian sejarah baru dalam kompetisi bola basket Amerika Serikat tersebut.

Di sisi lain, kebangkitan Harper di babak playoff mulai memicu komparasi di internal liga, termasuk diskusi yang melibatkan manajemen Washington Wizards.

Washington Wizards diproyeksikan akan merekrut AJ Dybantsa setelah mereka dipastikan mendapatkan hak pilih nomor satu dalam lotre NBA Draft 2026.

Pihak Washington Wizards dilaporkan mengharapkan rekrutan nomor satu mereka nanti mampu memberikan dampak instan yang serupa dengan kontribusi Harper di San Antonio Spurs.

AJ Dybantsa sendiri diproyeksikan menjadi pilihan utama Washington Wizards karena dinilai sangat cocok untuk bermain bersama dengan pilar muda mereka.

Sebelum memasuki bursa draf, Dybantsa tercatat memimpin tim kampus BYU dengan torehan rata-rata 25,5 poin per pertandingan sepanjang kariernya.

Momentum ini sekaligus menandai kali pertama Washington Wizards memegang hak memilih pertama dalam NBA Draft sejak terakhir kali mereka mengambil guard John Wall pada tahun 2010 silam.

Artikel terkait