Gelandang Eduardo Barbosa Tinggalkan PSBS Biak Akibat Gaji Ditunggak

Gelandang Eduardo Barbosa Tinggalkan PSBS Biak Akibat Gaji Ditunggak

Karier gelandang asal Portugal, Eduardo Barbosa, bersama PSBS Biak berakhir dengan memprihatinkan akibat persoalan finansial yang melanda klub. Pemain berusia 23 tahun tersebut memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan kembali ke negara asalnya pada 3 Mei 2026.

Kepulangan Barbosa menjadi sorotan setelah dirinya terlihat hanya membawa kantong kresek merah saat meninggalkan klub, sebuah gambaran pilu bagi pemain asing di liga profesional. Dilansir dari Suara, kepergian Barbosa dipicu oleh tunggakan gaji yang belum dibayarkan oleh manajemen PSBS Biak selama hampir tiga bulan.

Situasi ini terjadi saat klub berjuluk Badai Pasifik itu berada dalam kondisi terpuruk dan telah dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi Super League musim 2025/2026. Barbosa yang merupakan jebolan akademi Sporting CP sebenarnya datang dengan reputasi yang cukup baik sebagai mantan penggawa tim nasional Portugal U-15.

Eduardo Barbosa bergabung dengan PSBS Biak pada Juli 2025 yang menandai pengalaman pertamanya merantau ke luar negeri. Sebelum berkarier di Indonesia, gelandang dengan nilai pasar mencapai Rp2,61 miliar ini pernah membela klub Portugal seperti Falaicao dan Vilaverdense.

Selama membela PSBS Biak, Barbosa tercatat tampil dalam 27 pertandingan. Dalam penampilannya tersebut, ia memberikan kontribusi berupa koleksi dua gol serta satu assist bagi tim asal Papua tersebut.

Krisis Finansial Menghancurkan Mental Pemain

Pelatih kepala PSBS Biak, Marian Mihail, memberikan konfirmasi terkait situasi sulit yang dihadapi oleh anak asuhnya. Masalah finansial yang berujung pada gaji macet ini dinilai telah merusak atmosfer internal dan semangat juang seluruh elemen tim.

"Wajar jika pemain memperjuangkan hak-hak mereka karena mereka datang ke sini untuk menghidupi keluarga. Semangat tim saat ini sangat rendah. Bahkan saya dan staf pelatih juga berada dalam situasi sulit yang sama," ungkap Marian Mihail.

Keputusan Barbosa untuk memutus kontrak lebih awal menjadi puncak dari kekecewaan sang pemain terhadap manajemen. Ia memilih menyerah di tengah ketidakpastian hak finansial dan kondisi klub yang harus turun kasta pada musim depan.

Artikel terkait

Rekomendasi