Grup musik Efek Rumah Kaca membawakan lagu populer "Di Udara" sebagai bentuk penghormatan bagi aktivis HAM almarhum Munir dalam festival musik Specteve 2026 di Summarecon Mall Bekasi pada Sabtu (30/5/2026) malam.
Pertunjukan musik tersebut sempat mengalami penundaan selama 90 menit akibat kendala teknis yang tidak terduga, seperti dilansir dari Suara. Jadwal tampil yang semula direncanakan pukul 17.00 WIB mundur menjadi pukul 18.30 WIB.
Vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud menyampaikan apresiasinya di atas Infinite Stage kepada para penonton yang tetap setia menunggu penampilan mereka setelah membawakan lima buah lagu.
"Terima kasih buat teman-teman semua yang sudah sabar menanti di tengah, mmm ketidakpastian, tapi akhirnya kami bisa main di sini," ujar Cholil.
Musisi berusia 50 tahun tersebut kemudian melanjutkan penampilannya sembari tetap memberikan doa terbaik demi kelancaran festival musik itu hingga selesai.
"Semoga acara berjalan lancar sampai malam," kata Cholil.
Sejumlah lagu andalan seperti "Ballerina", "Sebelah Mata", dan "Cinta Melulu" turut dimainkan sebelum single "Di Udara" dibawakan. Lagu penghormatan untuk Munir yang meninggal diracun pada 7 September 2004 tersebut menampilkan visual wajah sang aktivis.
Seorang penggemar asal Depok bernama Haidar memberikan tanggapannya mengenai karya-karya yang kerap disuarakan oleh grup musik indie tersebut.
"Iya memang menyuarakan keresahan rakyat," kata Haidar.
Haidar menambahkan bahwa lagu favorit lain yang disukainya adalah "Ballerina" karena dinilai memiliki keterikatan kuat dengan dinamika kehidupan.
"Liriknya karena relate sama kehidupan lah," ucap Haidar.
Mengenai keterlambatan jadwal tampil Efek Rumah Kaca, Haidar tidak memungkiri adanya perasaan kecewa, namun dirinya tetap memaklumi dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan sebuah acara.
"Kesel sih sedikit, cuma ya enggak masalah lah, namanya acara kan, pasti ada problem yang kita nggak ketahui," tutur Haidar.