Kelangsungan nasib Cremonese di kasta tertinggi sepak bola Italia, Serie A, akan ditentukan pada laga pamungkas musim 2025/2026. Tim berjuluk La Cremo tersebut dijadwalkan menjamu Como 1907 pada Senin (25/5/2026) dini hari WIB, seperti dikutip dari Suara.
Pertandingan ini menjadi penentu mutlak bagi armada yang diperkuat oleh penyerang gaek Jamie Vardy untuk mengamankan poin penuh. Kemenangan atas Como merupakan harga mati jika Cremonese tidak ingin langsung terlempar ke Serie B musim depan.
Saat ini, Cremonese masih tertahan di peringkat ke-18 klasemen sementara Liga Italia dengan perolehan 34 poin. Mereka hanya terpaut satu angka dari Lecce yang menempati peringkat ke-17 dengan 35 poin, yang menjadi batas terakhir zona aman.
Kalkulasi matematis untuk bertahan di Serie A terbilang cukup pelik bagi Cremonese. Jika menelan kekalahan atau bermain imbang kontra Como 1907, La Cremo dipastikan langsung terdegradasi secara otomatis tanpa memperhitungkan hasil laga Lecce melawan Genoa yang dimainkan pada jam yang sama.
Skenario penyelamatan baru terbuka jika Cremonese memetik kemenangan untuk membuat nilai mereka menjadi 37 angka. Dengan catatan tersebut, Cremonese wajib berharap agar Lecce terpeleset saat menghadapi Genoa, baik dengan hasil imbang maupun kalah.
Jika Lecce hanya mengemas tambahan satu poin (36 poin) atau kalah (35 poin), Cremonese otomatis menyalip ke peringkat 17 dan lolos dari jurang degradasi. Menatap krusialnya laga penentu ini, penjaga gawang Emil Audero Mulyadi menegaskan komitmen penuh skuadnya untuk tampil habis-habisan.
Meski demikian, kiper kelahiran Mataram tersebut mengakui bahwa menundukkan Como bukanlah perkara yang mudah bagi timnya.
"Lawan yang akan kami hadapi, Como, adalah lawan yang kuat dan sedang memainkan sepakbola terbaik mereka musim ini, tetapi pertandingan tidak selalu berjalan sesuai harapan," kata Audero, dilansir dari Cremona Sport.
Audero juga menceritakan bagaimana mentalitas internal di ruang ganti timnya yang sepakat untuk hanya menurunkan para pemain yang benar-benar siap berjuang mati-matian di laga krusial ini.
"Jelas, klasemen menunjukkan pertandingan kami akan lebih sulit. Mereka yang turun ke lapangan melakukannya dengan semangat percaya diri," ujar eks Juventus ini.
"Siapa pun yang tidak merasa siap bisa tinggal di ruang ganti; itulah yang kami katakan satu sama lain sebelum pertandingan," tegasnya.
Mantan penjaga gawang Inter Milan tersebut menekankan pentingnya mengamankan tiga poin sebagai satu-satunya jalan keluar untuk menjaga harapan klub agar tidak sirna.
"Penting untuk menang di laga nanti, jika tidak, semuanya akan berakhir. Ketegangan emosional tetap sama, bagi kami dan bagi mereka," kata Audero.