Keberhasilan Aston Villa merengkuh trofi Liga Europa menyisakan cerita perjuangan luar biasa dari lini pertahanan mereka. Kiper utama Aston Villa, Emiliano Martinez, ternyata tampil dalam kondisi cedera parah selama pertandingan puncak tersebut.
Seperti dilansir dari Medcom, penjaga gawang asal Argentina itu mengalami patah jari tangan tepat saat menjalani sesi pemanasan. Cedera tersebut didapatnya sesaat sebelum laga final kontra SC Freiburg dimulai di Istanbul, Rabu waktu setempat.
Meski didera cedera, Martinez tetap turun mengawal gawang dan menunjukkan performa yang sangat impresif. Dirinya berhasil menjaga gawangnya tetap suci dari kebobolan sekaligus melakukan serangkaian penyelamatan krusial untuk membawa Aston Villa menang telak 3-0.
Kemenangan besar di Istanbul ini sekaligus menyudahi masa kering prestasi Aston Villa selama tiga dekade terakhir. Klub asal Inggris tersebut akhirnya kembali merasakan gelar juara di kompetisi Eropa setelah terakhir kali mengangkat trofi mayor pada tahun 1982.
Penjaga gawang berusia 33 tahun itu menyatakan rasa bangganya karena mampu mengukir sejarah baru bersama Aston Villa. Martinez menyebutkan bahwa kerja keras seluruh elemen tim sepanjang kompetisi telah terbayar lunas.
"Apa yang kami raih malam ini sungguh indah. Saya merasa bangga dan perasaan itu terus tumbuh dari pertandingan ke pertandingan," kata Martinez usai laga.
Pemain bernomor punggung satu itu juga membeberkan bagaimana kondisi jarinya yang patah menyulitkan dirinya di atas lapangan. Martinez mengaku sempat kehilangan kendali atas bola akibat cedera tersebut.
"Hari ini saya mengalami patah jari saat pemanasan, tetapi saya tidak menganggapnya sebagai hal yang buruk. Saya belum pernah mengalami patah jari sebelumnya dan setiap kali saya mencoba menangkap bola, jari saya akan tergelincir ke arah lain. Tapi, ini hanyalah hal-hal yang harus kamu lalui," ujar Martinez.
Lebih lanjut, Martinez mengungkapkan rasa emosional dan kedekatan karibnya dengan para pendukung serta internal Aston Villa. Kehangatan menyerupai keluarga di dalam klub diakuinya menjadi bahan bakar utama untuk selalu memberikan performa terbaik.
"Sejujurnya, para penggemar dan klub ini seperti keluarga bagi saya. Setiap kali saya melangkah keluar untuk membela gawang Aston Villa, saya melakukannya dengan penuh kebanggaan. Hari ini, saya mencoba mengerahkan semua pengalaman saya, dan semua sesi latihan yang tidak pernah dilihat siapa pun, dan akhirnya membuahkan hasil hari ini," tutup Martinez.