Kiper Aston Villa Emiliano Martinez mengalami cedera dislokasi jari tangan saat menjalani sesi pemanasan sebelum laga final Europa League melawan tim lawan di Istanbul pada Rabu, 20 Mei 2026.
Kondisi medis tersebut sempat memicu kekhawatiran setelah sang penjaga gawang harus menerima perawatan dari tim dokter Aston Villa di lapangan dengan disaksikan oleh rekan setimnya, Marco Bizot.
Meski sempat mengalami gangguan fisik, pemain tim nasional Argentina itu tetap tampil penuh dalam pertandingan penentu juara yang berakhir dengan kemenangan telak 3-0 untuk Aston Villa tersebut.
Selepas merayakan keberhasilan mengangkat trofi juara kompetisi antarklub Eropa tersebut, penjaga gawang yang akrab disapa Dibu itu memberikan penjelasan mengenai situasi yang dialaminya kepada media ESPN.
"Lo que conseguimos fue hermoso. Es un orgullo, sigo creciendo partido a partido. Hoy me rompí el dedo en la entrada en calor, pero no hay mal que por bien no venga. Nunca tuve una rotura de dedo, pero cada vez que agarraba la pelota se me iba para el otro lado. Son cosas que hay que atravesar" ujar Emiliano Martinez, Kiper Aston Villa.
Berdasarkan informasi lanjutan yang dihimpun oleh media Olé, cedera yang menimpa Martinez dikonfirmasi hanya berupa dislokasi sendi jari ringan dan status sang pemain kini dalam kondisi baik.
Masalah kebugaran ini dipastikan tidak mengancam partisipasi sang penjaga gawang utama untuk memperkuat skuad Argentina menjelang turnamen Piala Dunia mendatang.
Aston Villa kini menyisakan satu pertandingan terakhir di kompetisi Premier League melawan Manchester City pada hari Minggu.
Mengingat tiket kualifikasi menuju Champions League musim depan sudah dipastikan aman, tim kepelatihan berpotensi mengistirahatkan Martinez dan memberikan menit bermain kepada kiper cadangan Marco Bizot untuk menutup musim.
Kasus gangguan pada jari tangan ini bukan yang pertama bagi Martinez, setelah sebelumnya ia pernah mengalami cedera patah tulang kelingking pada Desember 2024.
Pada masa lalu, sang penjaga gawang tetap mampu mempertahankan performa di bawah mistar gawang dengan perawatan khusus tanpa harus melewati masa absen dari lapangan hijau.