Emte Pamerkan 38 Karya Seri Landslide dalam Eksibisi Mini Road to ICAD

Emte Pamerkan 38 Karya Seri Landslide dalam Eksibisi Mini Road to ICAD

Seniman visual Mohammad Taufiq atau yang akrab disapa Emte menggelar eksibisi mini sebagai pembuka rangkaian Road to Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) 2026. Pameran yang berlangsung di grandKemang Hotel, Jakarta Selatan, pada Kamis (7/5/2026) ini menampilkan eksplorasi gaya baru sang seniman.

Eksibisi ini menandai posisi Emte sebagai seniman pertama yang menampilkan karyanya sebelum perhelatan utama ICAD dimulai pada Oktober mendatang. Dilansir dari Detikcom, seniman yang berkarier sejak akhir era 90-an tersebut membawa narasi mengenai adaptasi dan negosiasi dalam menghadapi dinamika kehidupan kota metropolitan.

Emte menegaskan bahwa dedikasinya pada dunia seni rupa merupakan proses pembelajaran yang tidak pernah berhenti. Ia berupaya mengaburkan batasan-batasan teknik konvensional yang selama ini melekat pada citra karyanya.

"Berekspresi, berkarya, dan mengkomunikasikan pesannya kepada publik. Kalau dibilang eksplorasi sampai sekarang, saya terus mencoba hal-hal baru yang gak pernah dilakukan sebelumnya," ungkap Emte.

Dalam gelaran ini, Emte menyajikan dua seri utama, yakni Pixel Deep dan Landslide. Seri Pixel Deep mengkritisi fenomena swafoto di ruang publik, sementara seri Landslide yang terdiri dari 38 karya menjadi metafora perjalanan kariernya yang penuh tantangan.

"Hidup ini gak pasti kan, untuk mengatasi ketidakpastian saya bikin commission work, launching buku, solo exhibition, desainer grafis, macem-macem deh," ucap Emte.

Penggunaan warna dan bentuk dalam seri Landslide juga mencerminkan kondisi personal sang seniman. Ia menggunakan visualisasi kontur tanah yang miring untuk menyampaikan pesan tentang ketidakstabilan kreatif.

"Kalau dilihat seri Landslide punya pola bentuk yang sama. Longsor yang sama, ada kontur miring yang sama, makanya judulnya dari si longsor itu. Warna-warnanya macem-macem, beragam, menggambarkan gue sebagai seniman yang gak stabil juga," terang Emte.

Festival Director of ICAD, Edwin Nazir, menjelaskan bahwa konsep eksibisi mini ini merupakan terobosan baru dalam penyelenggaraan Road to ICAD. Program ini dirancang untuk memberikan gambaran awal kepada publik mengenai seniman-seniman yang akan terlibat dalam acara besar nanti.

"Ini adalah serial pertama, nantinya akan ada dua seri pendahuluan. Seri kedua, ada satu seniman lagi di bulan mendatang, jadi pameran ini sebagai pendahuluan sebelum event besar, karya-karya Mas Emte juga akan ada lagi di bulan Oktober dengan bentuk yang lain," pungkas Edwin Nazir.

Artikel terkait

Rekomendasi