Enrique Riquelme Tantang Florentino Perez dalam Pemilihan Presiden Real Madrid

Enrique Riquelme Tantang Florentino Perez dalam Pemilihan Presiden Real Madrid

Kursi kepemimpinan Florentino Perez di Real Madrid mendapatkan tantangan serius dari pengusaha muda Enrique Riquelme. Pria berusia 37 tahun tersebut dipastikan maju dalam pemilihan Presiden Real Madrid yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Juni mendatang.

Langkah ini menjadi momentum penting karena menandai pemilu kompetitif pertama bagi klub berjuluk El Real tersebut dalam dua dekade terakhir. Riquelme yang sukses di bisnis energi terbarukan mencoba memanfaatkan penurunan prestasi klub yang absen meraih trofi mayor dalam dua musim berturut-turut.

Seperti dikutip dari Suara, kubu menantang mengklaim telah mengamankan kesepakatan besar untuk membawa perubahan instan di skuad Los Blancos. Skenario tersebut melibatkan perekrutan pemain kelas dunia serta perombakan manajemen olahraga klub.

"Kami telah menandatangani kesepakatan dengan dua bintang internasional," ujar Riquelme kepada surat kabar ABC.

"Saya memiliki perjanjian bahwa jika saya menjadi presiden, dua bintang internasional besar akan bermain untuk Real Madrid, dua bintang yang diperlukan untuk proyek olahraga dalam jangka pendek, menengah, dan panjang."

Strategi transfer ini menjadi senjata utama bagi Riquelme yang kini telah mengoperasikan markas pemenangannya di depan Stadion Santiago Bernabeu. Nama kedua pemain bintang tersebut rencananya akan diungkap kepada publik selama masa kampanye yang berlangsung selama dua pekan.

Situasi politik internal ini turut berdampak pada ketidakpastian posisi pelatih utama pasca-pemecatan Xabi Alonso di awal tahun. Walau Jose Mourinho sempat dirumorkan bakal kembali, proses pemilu membuat segala keputusan strategis klub ditunda.

Riquelme menyatakan dirinya tidak ingin gegabah dalam menentukan juru taktik baru demi menjaga stabilitas tim yang sempat goyah. Ia menilai pemecatan Alonso dan penunjukan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih sementara merupakan keputusan yang kurang matang.

"Jika saya presiden kami akan mengevaluasi [kembalinya Mourinho]," kata Riquelme.

"Namun kami ingin menciptakan proyek jangka panjang... Itu adalah keputusan yang tepat untuk mendatangkan [Alonso] dan sebuah kesalahan memecatnya. Anda tidak bisa menciptakan proyek dalam tiga bulan. Dia kekurangan waktu dan kemampuan untuk mengambil keputusan."

Beralih dari spekulasi kursi pelatih, Riquelme lebih memilih memprioritaskan pembentukan struktur kepengurusan yang profesional. Ia berencana memperkenalkan sosok Direktur Olahraga baru dalam waktu dekat untuk mengendalikan kebijakan transfer pemain.

Meskipun mengagumi figur Juergen Klopp, Riquelme menegaskan bahwa Real Madrid tidak boleh lagi berspekulasi dengan masa depan klub.

"Saya menyukai [Jürgen] Klopp tetapi ada pelatih lain yang saya sukai juga," katanya.

"Real Madrid tidak bisa 'bereksperimen' dengan pelatih. Mungkin [Arbeloa] tidak tepat untuk saat itu."

"Saya memiliki satu nama di pikiran, dan kami akan mengumumkannya dalam beberapa hari ke depan," ucapnya terkait sosok Direktur Olahraga baru.

Kondisi internal Real Madrid semakin mendapat sorotan setelah pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, tidak memanggil satu pun pemain El Real untuk Piala Dunia. Dicoretnya nama-nama seperti Dean Huijsen dan Dani Carvajal dianggap menjadi pukulan telak bagi sejarah klub.

Riquelme menilai situasi tersebut merupakan buah dari salah urus yang terjadi selama masa kepemimpinan Florentino Perez. Sebagai informasi, Perez telah memimpin Real Madrid sejak tahun 2000 dan selalu menang tanpa lawan dalam lima edisi pemilu terakhir.

"Hal itu membuat saya sedih," tutur Riquelme mengenai absennya pilar Madrid di tim nasional.

"Namun itulah kenyataan dari bertahun-tahun tanpa manajemen profesional. Ketika keputusan olahraga diambil di kantor dan bukan oleh orang-orang yang paham tentang manajemen olahraga, hal-hal seperti ini terjadi."

Artikel terkait

Rekomendasi