Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique memperingatkan skuatnya agar tidak terlena dengan keunggulan agregat menjelang laga kontra Bayern Munich pada leg kedua semifinal Liga Champions di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB. Les Parisiens membawa modal kemenangan 5-4 dari pertemuan pertama.
Hasil imbang dalam pertandingan di markas lawan tersebut sebenarnya sudah cukup untuk mengantarkan PSG ke partai puncak. Sebaliknya, dilansir dari Detik Sport, tuan rumah Bayern Munich wajib memetik kemenangan dengan margin minimal dua gol guna membalikkan situasi dan lolos ke final.
Enrique menekankan bahwa margin tipis satu gol tidak memberikan jaminan keamanan apa pun dalam kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut. Ia menilai calon lawan mereka merupakan tantangan terberat yang pernah dihadapi timnya sejauh ini.
"Ketika Anda memainkan pertandingan seperti ini, menghadapi lawan ini yang tidak diragukan lagi merupakan tim terkuat yang pernah kami hadapi, hal pertama yang ingin saya sampaikan adalah kami punya keunggulan satu gol, tapi itu tidak berarti apa-apa dalam sepakbola," ujar Enrique, Pelatih PSG.
Pria asal Spanyol itu merujuk pada performa tim pada musim sebelumnya sebagai pelajaran berharga untuk menjaga fokus sepanjang pertandingan. Pihak manajemen dan staf kepelatihan bertekad untuk memberikan hasil maksimal demi memuaskan ekspektasi para pendukung setia mereka.
"Kami punya pengalaman dari musim lalu. Kami selalu ingin memenuhi ekspektasi para pendukung kami," kata Enrique, Pelatih PSG.
Meskipun menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap sejarah dan kekuatan Die Roten, Enrique menegaskan hal tersebut justru menjadi pembakar semangat bagi anak asuhnya. Strategi PSG akan diarahkan untuk mendominasi permainan dan meredam agresivitas tim asuhan lawan di kandang mereka sendiri.
"Kami mengagumi Bayern, tapi itu adalah motivasi agar jadi lebih baik. Besok kami akan mencoba mengatasi tim yang bermain luar biasa," kata Enrique, Pelatih PSG.