Eks pelatih Chelsea Enzo Maresca memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Cesc Fabregas setelah Como 1907 dipastikan mengamankan tiket kompetisi antarklub Eropa musim depan pada 12 April 2026. Keberhasilan klub milik Grup Djarum tersebut menembus posisi enam besar klasemen Serie A dinilai bukan semata hasil investasi besar, melainkan kualitas kepelatihan.
Dilansir dari Bola, klub promosi ini tercatat melakukan investasi masif pada bursa transfer musim panas 2025 dengan membelanjakan 109,45 juta euro atau sekitar Rp 2,2 triliun. Angka tersebut melampaui pengeluaran juara Liga Italia 2025-2026, Inter Milan, yang hanya menghabiskan 89,4 juta euro di jendela transfer yang sama.
Besarnya pengeluaran Como 1907 bahkan hampir menandingi pengeluaran klub raksasa lain seperti AC Milan sebesar 157 juta euro dan Juventus senilai 136,65 juta euro. Meski memiliki dana besar, Maresca menekankan bahwa uang tidak menjadi jaminan instan bagi kesuksesan sebuah tim di lapangan.
"Mereka mengatakan Como telah menghabiskan banyak uang, tetapi berapa banyak tim yang menghabiskan uang dan tetap tidak mendapatkan hasil?" ujar Enzo Maresca, eks pelatih Chelsea.
Maresca, yang membawa Chelsea menjuarai Conference League dan Piala Dunia Antarklub, menilai Fabregas sukses memoles talenta muda melalui model perekrutan berbasis algoritma. Nama-nama seperti Nico Paz, Assane Diao, hingga Martin Baturina menjadi tulang punggung tim dalam persaingan menuju empat besar klasemen.
"Berapa banyak pelatih yang melatih tim dengan banyak pengeluaran tetapi tetap tidak mencapai hasil?" kata Maresca menjelaskan.
Selain pemain muda potensial, Fabregas juga berhasil meningkatkan nilai pasar pemain yang sebelumnya kurang dikenal seperti Jean Butez dan Lucas Da Cunha. Performa konsisten mereka di bawah arahan pelatih asal Spanyol tersebut menjadi faktor kunci lesatan tim berjuluk Il Lariani musim ini.
"Klub memang mengeluarkan uang, ya, tetapi kemudian Anda sebagai pelatih harus bagus dalam meraih hasil," ucap Maresca.
Pria yang mengantar Chelsea meraih prestasi internasional tersebut menambahkan bahwa interpretasi kesuksesan hanya berdasarkan anggaran belanja adalah pandangan yang terlalu sempit. Ia menegaskan kualitas individu pelatih tetap menjadi penentu utama dalam mengonversi investasi menjadi prestasi di liga.
"Dan Fabregas telah melakukannya dengan baik. Karena itu, terlalu sempit jika mengatakan bahwa seseorang menang hanya karena menghabiskan uang," kata Maresca.
Saat ini Como 1907 hanya terpaut dua poin dari AC Milan yang menempati peringkat keempat. Dengan sisa kompetisi yang ada, Fabregas dan anak asuhnya masih memiliki peluang terbuka untuk mengamankan zona Liga Champions.