Aktor Erick Estrada kini melebarkan sayapnya sebagai produser melalui proyek film pendek terbaru berjudul Napi: Pesan dari Dalam. Dalam karya debutnya ini, ia melibatkan para warga binaan dari Lapas Surakarta sebagai pemeran utama untuk memperkuat representasi cerita.
Dilansir dari Suara, kolaborasi kreatif ini melibatkan Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan, serta seniman lokal Ki Agung Bakar Setiyoko. Melalui proyek ini, Erick berupaya menghidupkan kembali potensi seni di kota kelahirannya, Solo.
"Saya sudah menetapkan diri untuk tinggal dan berkarya di Solo agar seniman-seniman Solo menasional," kata Erick dalam keterangan resmi.
Aktor berusia 39 tahun tersebut melihat adanya peluang besar untuk menyalurkan keresahan yang dirasakan oleh narapidana melalui media seni peran. Ia menilai aktivitas kreatif dapat menjadi solusi bagi rasa bosan dan keterbatasan yang dialami di dalam rutan.
"Saya melihat ada peluang yang luar biasa, ketika seorang napi yang mempunyai keresahan terkurung bosan kemudian diberi kebebasan berkarya seperti berakting," ujar bintang film Mendung Tanpo Udan ini.
Selain memberikan arahan akting, Erick juga membekali para warga binaan dengan berbagai keterampilan tambahan. Pelatihan tersebut mencakup teknik berbicara di depan umum (public speaking) hingga pemahaman mengenai media sosial.
Upaya ini dilakukan agar para warga binaan memiliki kepercayaan diri yang kuat dan tidak merasa rendah diri setelah menyelesaikan masa hukuman mereka. Bekal keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu mereka saat kembali berinteraksi dengan masyarakat luas.
"Di sini saya sekaligus kasih pelatihan public speaking terus caranya menjadi influencer gimana, agar ketika mereka bebas nanti nggak malu mendaftar pekerjaan," imbuh Erick.
Bintang film Yo Wis Ben ini mengingatkan bahwa menyandang status sebagai mantan narapidana bukan berarti akhir dari peluang masa depan. Ia mendorong agar mereka mampu mandiri secara ekonomi setelah bebas nantinya.
"Intinya Pesan dari Dalam yang aku ambil dari keresahanku adalah mantan napi ketika keluar dari rutan harus menciptakan lapangan pekerjaan," ucapnya.
Napi: Pesan dari Dalam sendiri mengisahkan sosok Satrio, seorang warga binaan yang berjuang menemukan makna hidup di tengah stigma negatif masyarakat selama masa hukumannya di Surakarta.
Film pendek ini direncanakan untuk menembus panggung dunia melalui berbagai ajang bergengsi. Beberapa target festival yang disasar antara lain Toronto International Film Festival (TIFF) dan Busan International Film Festival (BIFF).