Aktris Erika Carlina mengungkapkan bahwa putranya yang bernama Andrew mengalami kondisi psikis berupa pewarisan trauma genetik akibat tekanan emosional masa kehamilan. Informasi tersebut disampaikan dalam unggahan video di kanal YouTube Denny Sumargo pada Rabu, 27 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Suara.
Kondisi psikologis sang anak diketahui setelah Erika Carlina mendapatkan penjelasan berbasis data riset dari seorang ahli yang ia temui. Stres serta kesedihan mendalam yang dipendam oleh ibu selama masa mengandung dilaporkan dapat menurun langsung ke dalam genetik bayi.
"Ada satu orang yang ketemu sama gue, melihat Endu tuh bilang katanya ada DNA trauma," kata Erika Carlina.
Penjelasan tersebut didasari oleh situasi berat yang dihadapi Erika Carlina saat mengandung Andrew dahulu. Masalah kehamilan di luar nikah, ancaman dari pihak luar, hingga kekhawatiran terhadap stigma masyarakat menjadi pemicu utama stres emosionalnya.
"Itu akan masuk ke DNA bayinya," ujar Erika Carlina.
Dampak dari kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa Andrew akan tumbuh dengan kecenderungan menanggung beban emosional orang lain secara berlebihan. Pola tersebut dinilai berisiko merusak kesehatan mental sang anak secara perlahan jika tidak diantisipasi sejak dini.
"Jadi kayak apa yang gue rasakan, itu menjadi tanggung jawab dia." jelas Erika Carlina.
Kondisi ini membuat sang anak memiliki kecenderungan untuk selalu berusaha menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi oleh orang-orang terdekat di sekitarnya.
"Dan dia akan... dia akan memecahkan semua masalah itu, dia akan menjadi... pokoknya masalah lu masalah gue," tambah Erika Carlina.
Sikap memendam dan mengambil alih masalah orang lain secara berlebihan tersebut dikhawatirkan dapat memicu kerusakan psikis pada diri Andrew sendiri.
"Sampai dia hancur sendiri, dan itu enggak baik untuk kesehatan mentalnya." ungkap Erika Carlina.
Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko gangguan kesehatan mental tersebut, Erika Carlina mendapatkan saran dari ahli untuk membawa Andrew berkonsultasi dengan psikolog saat sang putra menginjak usia remaja awal atau sekitar 13 tahun.